Artikel Umum
Mengharap Berkah Langit
Penulis : amaniarif@yahoo.co.id
Secara terang-terangan di depan SBY, para
investor tidak berminat dengan Indonesia, menurut mereka Vietnam lebih
menjanjikan. Kekayaan alam kita gagal menjadi daya tarik tertutupi ketamakan
kita menghisap darah bangsa sendiri. Korupsi begitu problematik, mengakar,
mencengkeram sebagai lingkaran setan. Mungkin terlalu banyak bagian diri
bangsa ini yang telah menjadi setan. Minal jinnati wan-naas. Firman Tuhan,
setan itu dari golongan jin dan manusia. Sungguh, mengerikan. Memang banyak
koruptor dikejar, ditangkap dan dipenjara namun banyak pula yang tiada jelas
kabarnya. Mungkin ada keberpihakan, mungkin dekat dengan kepentingan
kekuasaan. Mereka yang ditangkap hanyalah tumbal, jauh dari kekuatan politik
di tingkat birokrasi. Oknum? Ya, negara kita terlalu banyak oknum abdi
negara. Sedikit sekali abdi negara sejati. Abdi negara yang harus berkorban,
gajinya seringkali macet, dihutang oleh negara. Hidup semakin getir. Krisis
tidak membuat hati bangsa ini menjadi lembut, insyaf dan semakin sederhana.
Perasaan kita begitu rumit, menghitung-hitung, menghitung luka dan dendam,
menghitung bagian dan ketamakan. Akhirnya, bangsa ini mengalami pembusukan. Kita sulit untuk saling memaafkan,
saling mengambil dan memberi yang terbaik untuk bangsa. Kapan sebagai bangsa
kita akan melakukan pertaubatan agung? Kiranya SBY perlu menggelar acara
pertobatan nasional. Ya, kita belum pernah mengadakan pensucian diri. Hanya
Arifin Ilham yang mencoba melembutkan hati dengan memuji-Nya.
Menyebut-nyebut nama-Nya, mengusir setan dari hati, mengharap berkah dari
langit, agar bumi kita kembali menjadi barokah. Tiada lagi gunung api di
dasar bumi yang muntah, menelan rumah-rumah kita. Agar hujan segera turun
kembali. (telah di muat di suara mahasiswa, koran
sindo),amaniarif@yahoo.co.id
Artikel Lainnya
- Menebar 'Pesan Suci' Uero 2008 14/08/08
- Sepak Bola dan "Sindiran Telak" Bagi Agama 14/08/08
- SAS, Belenggu Lain dari Otonomi Sekolah 13/06/08
- Waisak Bagi Bangsa 26/05/08
- Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia 26/05/08
- Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa 17/05/08
- Hardiknas Momentum Introspeksi bersama 17/05/08
- Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE 12/04/08
- Menulis Petanda Orang Beradab 12/04/08
- Maulid Nabi dan Toleransi Antarumat Beragama 11/04/08
- Cinta Sesederhana Dirinya 25/02/08
- Pemanasan Global 25/01/08
- Haji Tersandung Pondokan 06/01/08
- Menunda Keinginan 12/11/07
- hari yang menyenangkan 05/11/07
- Tahukah Kamu 01/11/07
- Kesetiaan 24/10/07
- MANAJEMEN KURIKULUM ATAU MANAJEMEN SEKOLAH? 18/10/07
- SEHABIS KTSP LALU APA? SKS! 17/10/07
- YANG TERLEWATKAN DARI KTSP 16/10/07
- Refleksi: Pendidikan dan Kemerdekaan 20/08/07
- Kemiskinan Dalam Puisi Indonesia 09/08/07
- Warna-Warni Hari Pertama Sekolah 22/07/07
- Tanda Tanya Partai GAM..? 20/07/07
- Seharusnya Indonesia Makan Apa? 20/07/07
- Ketika Bahasa Diperdebatkan 19/07/07
- Nilai = Uang 27/06/07
- Perbedaan Antara Cowok Dengan Pria 21/06/07
- Waduh! Naik Apa Dong? 04/04/07
- (Masih) Perlukah Mencoblos? 04/04/07
- MEMBOLOS dan HISTERIA MASSAL 07/03/07
- ' Kita Perlu Seribu ' Einstein' Muda' 28/02/07
- Penipuan, Hipnotis Atau Budaya Konsumerisme ? 28/02/07
- Politik Sastra dan Akhlak Keislaman 28/02/07
- Catatan Kecil Tentang Sastra Di Sekolah,Catatan Kecil Tentang Sastra di Mata Kaum Muda 11/02/07
- Burung 09/02/07
- Wakil Rakyat, (Bukan) Mewakili Kesejahteraan Rakyat 24/01/07
- Model PWS Dalam Pemberantasan DBD 20/01/07
- Sholat Bisa Menjadikan Seseorang Celaka 12/01/07
- Sastrawan Tanggung 12/01/07
- KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER,KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER 12/01/07
- Pahlawan Rakyat 23/12/06
- Perlu Regenerasi Lingkungan, Gerakan Regenarasi Lingkungan 22/12/06
- B E R I T A 12/12/06
- Tips buat ngadepin Doi 12/12/06
- Sastra, Jus Tomat Rasa Pedas 10/12/06
- Kritik Sosial dalam Cerita Pendek Juniarso Ridwan 10/12/06
- Mengarifi Sastra Islam 10/12/06
- Mengharap Berkah Langit 03/12/06
- Ketika Kesenangan Datang 03/12/06

