Artikel Umum
Pahlawan Rakyat
Penulis : Edy Firmansyah
Tentu saja makna pahlawan yang ditulis
Danarto sangat kontradiktif dengan makna kepahlawanan yang kita anut. Memang
pahlawan masih sering diidentikkan dengan seseorang yang memegang senjata dan
terjun di medan perang serta bertempur habis-habisan melawan musuhnya. Bahkan
untuk menjadi pahlawan orang harus terlebih dahulu gugur akibat peluru atau
senjata musuh-musuhnya. Meski begitu, nama mereka abadi. Tercatat dengan tinta
emas di buku-buku sejarah. Dalam Proklamasi Kemerdekaan, Nama Soekarno Hatta
Abadi. Pada pertempuran Sepuluh November 1945 di Surabaya, sejarah mencata
nama-nama seperti; Bung Tomo, Residen Sudirman, HR Mohammad. Jasa mereka
dikenang. Nama mereka tak lekang oleh Zaman. Semangat perjuangan menjadi ikon
Surabaya sebagai kota Pahlawan. Lalu apa maksud Danarto? Mungkin Danarto
hendak menyindir kita bahwa ada yang terlupa dari sederetan nama Pahlawan yang
abadi dalam ingatan. Rakyat! Tak ada bangsa yang mampu berdiri tegak tanpa
keterlibatan rakyat. Dalam kisah-kisah perjuangan, keterlibatan rakyat adalah
fakta mutlak. Partisipasi, peranan dan keterlibatan rakyat dalam merintis,
memproklamasikan, mempertahankan dan mengembangkan negeri ini tak bisa
dipandang sebelah mata. Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan
RI, tidak bisa ada dan terjadi begitu saja tanpa partisipasi rakyat. Bahkan
peristiwa 10 November 1945 yang memakan korban sekitar 6.000 jiwa tewas tidak
mungkin dikenang tanpa keterlibatan rakyat, baik secara fisik mental maupun
material. Setelah kemerdekaan dapat diraih, rakyat pulalah yang menjadi tulang
punggung pembangunan. Para buruh bangunan bermandi peluh membangun
gedung-gedung bertingkat, Plasa-plasa, jalan-jalan raya sehingga negeri ini
bisa menjadi negeri yang megah. Para petani, tetap saja menggarap sawah
meskipun Indonesia semakin getol impor beras. Semua yang mereka kerjakan itu
semata-mata untuk bertahan hidup, bukan untuk dikenang atau disebut pahlawan.
Namun nasib mereka dari hari ke hari semakin tragis. Mereka tak henti-henti
dieksploitasi untuk kepentingan sesaat. Oleh partai politik, elite politik,
Negara dan wakil rakyat. Nama mereka diteriakkan lantang, tapi
pelan-pelan mereka diterjunkan dalam jurang kemiskinan, penindasan, yang gelap
dan tanpa ujung. 'Ada setetes yang tidak beres di kalangan atas, yang
mengakibatkan puluhan, ratusan, ribuan jiwa manusia hancur. Hanya gara-gara
perkara sepuluh persen komisi atau membela celana kolor yang cengeng. Atau
kebenaran bibir perempuan,' tulis Danarto. 'Dan semua itu harus diselidiki
betul-betul,' lanjutnya. Nah, perayaan hari Pahlawan Kali ini alangkah baiknya
jika kita berkomitmen untuk menyelesaikan perkara yang remeh temeh tapi
berdampak besar pada kelangsungan hidup seluruh bangsa. Sebab Pahlawan sejati
adalah seseorang atau mereka yang telah memperlihatkan sikap-sikap unggul dan
terpuji dalam keberanian, kepeloporan, serta kerelaan berkorban dalam membela
atau memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat kebanyakan. Termasuk
mereka yang berkarater tinggi, berani, tenang dan dingin ditengah kemelut
apapun, menempatkan manusia dalam martabatnya yang tinggi, tidak kemaruk
harta, tidak menonjol-nonjolkan jasanya sendiri serta rendah diri. Adakah kita
masuk di dalamnya? TENTANG PENULIS **Edy Firmansyah adalah
Penulis Lepas. Ketua FORDEM (Forum Demokrasi). Pamekasan, Madura. Pengelola
Sanggar Bermain Kata (SBK). Editor Tabloid Fokus Pamekasan. Alumnus
Universitas Jember. Alamat : Perumnas Tlanakan Indah D-23 Pamekasan-Madura
69371 No telp : 08563032033 Email : stapers2002@yahoo.com No rek BCA cabang
Jember a.n Edy Firmansyah : 024-3719531 ,stapers2002@yahoo.com
Artikel Lainnya
- Menebar 'Pesan Suci' Uero 2008 14/08/08
- Sepak Bola dan "Sindiran Telak" Bagi Agama 14/08/08
- SAS, Belenggu Lain dari Otonomi Sekolah 13/06/08
- Waisak Bagi Bangsa 26/05/08
- Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia 26/05/08
- Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa 17/05/08
- Hardiknas Momentum Introspeksi bersama 17/05/08
- Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE 12/04/08
- Menulis Petanda Orang Beradab 12/04/08
- Maulid Nabi dan Toleransi Antarumat Beragama 11/04/08
- Cinta Sesederhana Dirinya 25/02/08
- Pemanasan Global 25/01/08
- Haji Tersandung Pondokan 06/01/08
- Menunda Keinginan 12/11/07
- hari yang menyenangkan 05/11/07
- Tahukah Kamu 01/11/07
- Kesetiaan 24/10/07
- MANAJEMEN KURIKULUM ATAU MANAJEMEN SEKOLAH? 18/10/07
- SEHABIS KTSP LALU APA? SKS! 17/10/07
- YANG TERLEWATKAN DARI KTSP 16/10/07
- Refleksi: Pendidikan dan Kemerdekaan 20/08/07
- Kemiskinan Dalam Puisi Indonesia 09/08/07
- Warna-Warni Hari Pertama Sekolah 22/07/07
- Tanda Tanya Partai GAM..? 20/07/07
- Seharusnya Indonesia Makan Apa? 20/07/07
- Ketika Bahasa Diperdebatkan 19/07/07
- Nilai = Uang 27/06/07
- Perbedaan Antara Cowok Dengan Pria 21/06/07
- Waduh! Naik Apa Dong? 04/04/07
- (Masih) Perlukah Mencoblos? 04/04/07
- MEMBOLOS dan HISTERIA MASSAL 07/03/07
- ' Kita Perlu Seribu ' Einstein' Muda' 28/02/07
- Penipuan, Hipnotis Atau Budaya Konsumerisme ? 28/02/07
- Politik Sastra dan Akhlak Keislaman 28/02/07
- Catatan Kecil Tentang Sastra Di Sekolah,Catatan Kecil Tentang Sastra di Mata Kaum Muda 11/02/07
- Burung 09/02/07
- Wakil Rakyat, (Bukan) Mewakili Kesejahteraan Rakyat 24/01/07
- Model PWS Dalam Pemberantasan DBD 20/01/07
- Sholat Bisa Menjadikan Seseorang Celaka 12/01/07
- Sastrawan Tanggung 12/01/07
- KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER,KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER 12/01/07
- Pahlawan Rakyat 23/12/06
- Perlu Regenerasi Lingkungan, Gerakan Regenarasi Lingkungan 22/12/06
- B E R I T A 12/12/06
- Tips buat ngadepin Doi 12/12/06
- Sastra, Jus Tomat Rasa Pedas 10/12/06
- Kritik Sosial dalam Cerita Pendek Juniarso Ridwan 10/12/06
- Mengarifi Sastra Islam 10/12/06
- Mengharap Berkah Langit 03/12/06
- Ketika Kesenangan Datang 03/12/06

