SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. MANG ILIKU
  2. untuk mamaku
  3. Juli
  4. 'BATU-TIMOR' HANCUR DI AMBIL PEMODAL
  5. Kangen III
  6. GURU
  7. Karena Ia adalah Guru
  8. SAJAK BAKTI: DOA-DOA MELIPUR
  9. Voila Pourquoi J'Aimais Maman
  10. TERIMAKASIH AYAH KU

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

Artikel Umum

Pahlawan Rakyat
Penulis : Edy Firmansyah

Pahlawan Rakyat Oh, bunga penyebar bangkai Di sana, di sana, pahlawanku tumbuh mewangi Dua bait puisi pendek itu ditulis Danarto dalam cerpennya yang berjudul Godlob. Sebuah cerpen yang mengisahkan tentang kepahlawan yang begitu satir. Tentang pengorbanan sebuah keluarga untuk membela negaranya dengan terjun ke medan laga. Tapi nama mereka tak pernah tercatat dalam sejarah. Sehingga untuk mendapatkan penghargaan itu sang ayah membawa anak bungsunya yang sekarat ke kota agar penguasa membabtisnya sebagai Pahlawan. 'Pahlawan, engkau sejenak akan dikagumi untuk kemudian dilupakan selama-lamanya' tulis Danarto.

Tentu saja makna pahlawan yang ditulis Danarto sangat kontradiktif dengan makna kepahlawanan yang kita anut. Memang pahlawan masih sering diidentikkan dengan seseorang yang memegang senjata dan terjun di medan perang serta bertempur habis-habisan melawan musuhnya. Bahkan untuk menjadi pahlawan orang harus terlebih dahulu gugur akibat peluru atau senjata musuh-musuhnya. Meski begitu, nama mereka abadi. Tercatat dengan tinta emas di buku-buku sejarah. Dalam Proklamasi Kemerdekaan, Nama Soekarno Hatta Abadi. Pada pertempuran Sepuluh November 1945 di Surabaya, sejarah mencata nama-nama seperti; Bung Tomo, Residen Sudirman, HR Mohammad. Jasa mereka dikenang. Nama mereka tak lekang oleh Zaman. Semangat perjuangan menjadi ikon Surabaya sebagai kota Pahlawan. Lalu apa maksud Danarto? Mungkin Danarto hendak menyindir kita bahwa ada yang terlupa dari sederetan nama Pahlawan yang abadi dalam ingatan. Rakyat! Tak ada bangsa yang mampu berdiri tegak tanpa keterlibatan rakyat. Dalam kisah-kisah perjuangan, keterlibatan rakyat adalah fakta mutlak. Partisipasi, peranan dan keterlibatan rakyat dalam merintis, memproklamasikan, mempertahankan dan mengembangkan negeri ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan RI, tidak bisa ada dan terjadi begitu saja tanpa partisipasi rakyat. Bahkan peristiwa 10 November 1945 yang memakan korban sekitar 6.000 jiwa tewas tidak mungkin dikenang tanpa keterlibatan rakyat, baik secara fisik mental maupun material. Setelah kemerdekaan dapat diraih, rakyat pulalah yang menjadi tulang punggung pembangunan. Para buruh bangunan bermandi peluh membangun gedung-gedung bertingkat, Plasa-plasa, jalan-jalan raya sehingga negeri ini bisa menjadi negeri yang megah. Para petani, tetap saja menggarap sawah meskipun Indonesia semakin getol impor beras. Semua yang mereka kerjakan itu semata-mata untuk bertahan hidup, bukan untuk dikenang atau disebut pahlawan. Namun nasib mereka dari hari ke hari semakin tragis. Mereka tak henti-henti dieksploitasi untuk kepentingan sesaat. Oleh partai politik, elite politik, Negara dan wakil rakyat.

Nama mereka diteriakkan lantang, tapi pelan-pelan mereka diterjunkan dalam jurang kemiskinan, penindasan, yang gelap dan tanpa ujung. 'Ada setetes yang tidak beres di kalangan atas, yang mengakibatkan puluhan, ratusan, ribuan jiwa manusia hancur. Hanya gara-gara perkara sepuluh persen komisi atau membela celana kolor yang cengeng. Atau kebenaran bibir perempuan,' tulis Danarto. 'Dan semua itu harus diselidiki betul-betul,' lanjutnya. Nah, perayaan hari Pahlawan Kali ini alangkah baiknya jika kita berkomitmen untuk menyelesaikan perkara yang remeh temeh tapi berdampak besar pada kelangsungan hidup seluruh bangsa. Sebab Pahlawan sejati adalah seseorang atau mereka yang telah memperlihatkan sikap-sikap unggul dan terpuji dalam keberanian, kepeloporan, serta kerelaan berkorban dalam membela atau memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat kebanyakan. Termasuk mereka yang berkarater tinggi, berani, tenang dan dingin ditengah kemelut apapun, menempatkan manusia dalam martabatnya yang tinggi, tidak kemaruk harta, tidak menonjol-nonjolkan jasanya sendiri serta rendah diri. Adakah kita masuk di dalamnya?

TENTANG PENULIS **Edy Firmansyah adalah Penulis Lepas. Ketua FORDEM (Forum Demokrasi). Pamekasan, Madura. Pengelola Sanggar Bermain Kata (SBK). Editor Tabloid Fokus Pamekasan. Alumnus Universitas Jember. Alamat : Perumnas Tlanakan Indah D-23 Pamekasan-Madura 69371 No telp : 08563032033 Email : stapers2002@yahoo.com No rek BCA cabang Jember a.n Edy Firmansyah : 024-3719531 ,stapers2002@yahoo.com


Artikel Lainnya

  1. Menebar 'Pesan Suci' Uero 2008 14/08/08
  2. Sepak Bola dan "Sindiran Telak" Bagi Agama 14/08/08
  3. SAS, Belenggu Lain dari Otonomi Sekolah 13/06/08
  4. Waisak Bagi Bangsa 26/05/08
  5. Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia 26/05/08
  6. Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa 17/05/08
  7. Hardiknas Momentum Introspeksi bersama 17/05/08
  8. Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE 12/04/08
  9. Menulis Petanda Orang Beradab 12/04/08
  10. Maulid Nabi dan Toleransi Antarumat Beragama 11/04/08
  11. Cinta Sesederhana Dirinya 25/02/08
  12. Pemanasan Global 25/01/08
  13. Haji Tersandung Pondokan 06/01/08
  14. Menunda Keinginan 12/11/07
  15. hari yang menyenangkan 05/11/07
  16. Tahukah Kamu 01/11/07
  17. Kesetiaan 24/10/07
  18. MANAJEMEN KURIKULUM ATAU MANAJEMEN SEKOLAH? 18/10/07
  19. SEHABIS KTSP LALU APA? SKS! 17/10/07
  20. YANG TERLEWATKAN DARI KTSP 16/10/07
  21. Refleksi: Pendidikan dan Kemerdekaan 20/08/07
  22. Kemiskinan Dalam Puisi Indonesia 09/08/07
  23. Warna-Warni Hari Pertama Sekolah 22/07/07
  24. Tanda Tanya Partai GAM..? 20/07/07
  25. Seharusnya Indonesia Makan Apa? 20/07/07
  26. Ketika Bahasa Diperdebatkan 19/07/07
  27. Nilai = Uang 27/06/07
  28. Perbedaan Antara Cowok Dengan Pria 21/06/07
  29. Waduh! Naik Apa Dong? 04/04/07
  30. (Masih) Perlukah Mencoblos? 04/04/07
  31. MEMBOLOS dan HISTERIA MASSAL 07/03/07
  32. ' Kita Perlu Seribu ' Einstein' Muda' 28/02/07
  33. Penipuan, Hipnotis Atau Budaya Konsumerisme ? 28/02/07
  34. Politik Sastra dan Akhlak Keislaman 28/02/07
  35. Catatan Kecil Tentang Sastra Di Sekolah,Catatan Kecil Tentang Sastra di Mata Kaum Muda 11/02/07
  36. Burung 09/02/07
  37. Wakil Rakyat, (Bukan) Mewakili Kesejahteraan Rakyat 24/01/07
  38. Model PWS Dalam Pemberantasan DBD 20/01/07
  39. Sholat Bisa Menjadikan Seseorang Celaka 12/01/07
  40. Sastrawan Tanggung 12/01/07
  41. KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER,KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER 12/01/07
  42. Pahlawan Rakyat 23/12/06
  43. Perlu Regenerasi Lingkungan, Gerakan Regenarasi Lingkungan 22/12/06
  44. B E R I T A 12/12/06
  45. Tips buat ngadepin Doi 12/12/06
  46. Sastra, Jus Tomat Rasa Pedas 10/12/06
  47. Kritik Sosial dalam Cerita Pendek Juniarso Ridwan 10/12/06
  48. Mengarifi Sastra Islam 10/12/06
  49. Mengharap Berkah Langit 03/12/06
  50. Ketika Kesenangan Datang 03/12/06
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller