Artikel Umum
Warna-Warni Hari Pertama Sekolah
Penulis : ibn_ghifarie@yahoo.com
Hari pertama
sekolah bukan kebahagian yang didapat, tapi malah kebingungan yang
menyertainya. Pasalnya, bagunan sekolah kebanggaan milik para siswanya ambruk
pasca bencana. Tentunya, tak ada seragam baru, tas baru, sepatu baru dan tek-tek
bengeknya. Pelangi I; Ambruk Bangunan Tengoklah, di daerah Banten, siswa harus
rela belajar di puing-puing reruntuhan akibat bencana; Klaten, anak didik harus
memulai hari bahagianya dengan belajar di tempat darurat sekaligus mengerikan.
Karena ruangan kelasnya bekas kandang domba; Bekasi pun para pelajar harus rela
belajar di tempat darurat akibat tersapu banjir; Tuban, puluhan orang malah
putus sekolah. Bahkan ada yang berprosesi asyik ngamen dan membantu kedua orang
tuanya akibat meroketnya biaya pendidikan. (Metro TV,16/07) Alih-alih minimnya
ekomoni dan lemangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan kelak
menjadi penunjang keterpurukan pendidikan Indonesia. Di lain sisi, tahun ajaran
baru pertama acapkali diwarnai aksi oleh siswa, hingga warga sekitar akibat tak
mengutamakan masyarakat sekiranya. Pelangi II; Aksi Warga Adalah Sekolah
Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Padang, Sumatra Barat, diwarnai unjuk rasa warga
sekitar sekolah. Warga menuntut pihak sekolah menerima anak-anak mereka
bersekolah di SMAN 6. Puluhan warga
sekitar SMAN 6 Padang mendatangi sekolah dengan membawa berbagai poster berisi
tuntutan. Warga menilai pihak SMAN 6 Padang telah mengingkari kesepakatan
bersama, yakni 20 persen siswa SMAN 6 Padang diutamakan untuk warga di sekitar
sekolah. Menurut warga, kebijakan tersebut merupakan kompensasi dari penggunaan
tanah ulayat warga untuk SMAN 6 Padang. Pihak sekolah membenarkan adanya
perjanjian tersebut. Hanya, standard penerimaan siswa berdasarkan nilai evaluasi
murni (NEM) mengakibatkan kesepakatan tersebut tidak berjalan. Akibatnya, hanya
beberapa anak warga sekitar yang diterima. Setelah berdialog, pihak sekolah
berjanji akan memprioritaskan siswa dari sekitar sekolah tersebut. Warga yang
berunjuk rasa kemudian membubarkan diri setelah mendengar komitmen dari pihak
SMAN 6 Padang tersebut.(Metro,16/07) Pelangi III; Ditemani Ibunya Tak ayal,
proses belajar mengajar pula harus terhambat. Kendati begitu di Bogor orang tua
harus rela mendampingi bocahnya karena belum mengenal satu sama lain sekaligus
mempunyai teman. Pemandangan ini terlihat jelas di Di SDN Pajeleran, Cibinong,
Bogor. Hari pertama pengenalan orientasi sekolah bagi siswa Kelas I SD di Bogor
masih didampingi orang tuanya terutama ibu. Sementara sejumkah wali murid
mengeluhkan tingginya dana sumbangan pembangunan (DSP) bagi tingkat SD yang
mencapai Rp 2 juta. Puluhan ibu-ibu tak sungkan-sungkan menemani ankanya masuk
ke ruang kelas. Mereka mendengarkan penjelasana dari guru mulai masuk jam
berapa, di mana kelasnya hingga di mana harus membeli buku materi pelajaran. "Ingat
waktu masih kecil dulu," ujar Ny. Sari sata menemani putra sulungnya. Dikatakan
ibu muda ini, pada hari pertama si anak belum dapat mengerti apa yang dikatakan
guru dengan suasansa dan lingkungan yang baru. Begitupula di SD Muaraberes,
Keradenanan Cibinong, sejumlah ibu-ibu tetap tekum mendengarkan penjelasan guru.
(Jawa Pos, 16/07) Pelangi IV; Cuma Beres-Beres. Berbeda dengan di SD YPPK Santo
Stevanus, Woma, Wamen Papuan, awal sekolah hanya diisi dengan membersihkan
lingkungan dan pengenalan sekolah. Para guru di sekolah tersebut masih
mempersiapkan ruang kelas bagi siswa baru. Hari pertama bagi siswa kelas satu,
masih banyak orangtua yang mengantarkan anaknya, sekalian mendaftar ulang.
Sedangkan siswa kelas dua hingga kelas enam, diperintahkan membersihkan dan
mengatur ruang kelas serta membersihkan halaman. (Metro, 16/07) Pelangi V; Hanya
Perkenalan Semata Lain halnya di SMK/SMIP Paramitha, Jakarta Pusat, misalnya,
sebanyak 105 siswa melakukan MOS dengan penampilan pakaian aneh, sehingga
menarik perhatian warga yang lalu-lalang di kawasan sekolah tersebut.
Di SMAN 70
Bulungan, MOS diisi dengan sejumlah kegiatan mulai dari perkenalan dari pihak
sekolah yang disampaikan Kepsek Asyikin, dilanjutkan dengan ceramah mengenai
Cara belajar Efektif yang bertujuan memberi motivasi bagi siswa baru. Hanya saja
ketua panitia MOS Lulu melarang dengan alasan harus seizin Kepsek dan malah
pendidik ini sempat menarik tangan wartawan Pos Kota agar tidak masuk apalagi
melihat kegiatan MOS yang sedang berlangsung di lantai dua. Kepsek SMAN 70
Asyikin berjanji akan menegur yang bersangkutan. Kepala SMAN 95 Pegadungan
Kalideres, M. Siagian menyatakan pihaknya sudah menekankan kepada siswa senior
bahwa pelaksanaan MOS tidak ada unsur kekerasan dan penganiayaan. (Pos Kota,
17/07) Hal serupa pula terjadi di SMP Negeri 2 Wamena, hari pertama masuk
sekolah diisi dengan orientasi siswa. Di sekolah ini, sebanyak 200 siswa kelas
satu akan mengikuti masa orientasi dengan materi pengenalan sekolah dan kegiatan
ekstrakurikuler serta metode belajar yang baik. (Metro,16/07) Pelangi VI;
Berburu Peralatan Meski telah memasuki hari pertama tahun ajaran baru 2007/2008,
toko-toko yang menjual peralatan sekolah masih ramai dikunjungi pembeli.
Misalnya di Pasar Jatinegara dan Pasar Ciplak Jakarta Timur, sekitar puluhan
ibu-ibu masih terlihat berbondong-bondong berbelanja membeli sejumlah peralatan
sekolah seperti buku, pensil, tas sekolah, seragam sekolah, dan sepatu. Tuti,
29, seorang pengunjung mengaku telah membeli sejumlah peralatan sekolah buat
anaknya yang telah duduk di bangku sekolah dasar kelas IV pada tahun ajaran ini.
Namun, berhubung masih ada yang kurang, ia kembali berbelanja pada hari ini. \"Kalau
buku-buku, pulpen saya sudah beli Sabtu kemarin. Tapi, sepatunya kan belum,
lagian duitnya baru ada sekarang, jadi saya ke sini lagi,\" tuturnya. Menurut
Tuti, barang-barang yang dijual di Pasar Jatinegara ini retif lebih murah di
banding di pasar-pasar atau toko-toko lain di luar Pasar Jatinegara. Oleh karena
itu, ia kembali ke Pasar Jatinegara untuk berbelanja. \"Di pasar Jatinegara ini
lebih murah dari pada kita belanja di mal atau Gramedia. Lagipula, kualitasnya
sama kok," cetusnya. (beritajakarta.com,16/07) Pelangi VII; Tes Ujian Namun,
hari pertama sekolah di pelbagai Perguruan Tinggi (PT) tak berlaku karena masih
libur. Kalapun ada aktivitas itu hanya SP (Semester Pendek) saja. Berbeda dengan
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung siang itu kampus
dibanjiri manusia. Pasalnya, tengah ujian tes local Penerimaan Calon Mahasiswa
Baru (PCMB) yang diikuti hamper 2500 orang peserta tes. Meski tahun
ajaran 2007-2008 UIN Bandung ikut andil dalam SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa
Baru) beberapa minggu yang lalu. Kehadiran hari pertama sekolah tak semuanya
berbanding lurus dengan semangat baru siswa, guru beserta civitas akademika.
Terkadang malah memperihatinkan. Inilah pernak-pernik pendidikan kita saat tiba
sekolah. Semoga dengan adanya pengalokasian dana sebesar 20% dari APBN (Anggaran
Pendapatan Belanja Negara) tak hanya selogan semata, tapi nyata dan dapat
dirasakan oleh kaum lemah. Sejatinya pendidikan harus menjadi prioritas utama
dalam mencerdaskan bangsa atas keterpurukan pelbagai krisis yang terus melanda
bumi pertiwi ini. Seakan-akan bencana demi bencana akrab dalam keseharian
sekaligus rutinitas yang harus kita lewati bersama. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 17/07;22.17 wib Ibn Ghifarie, Pembelajar Studi
Agama-Agama Fakultas Filsafat dan Teologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan
gunung Djati (SGD) Bandung dan Koord Post Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman
(LPIK) Bandung ,ibn_ghifarie@yahoo.com
Artikel Lainnya
- Menebar 'Pesan Suci' Uero 2008 14/08/08
- Sepak Bola dan "Sindiran Telak" Bagi Agama 14/08/08
- SAS, Belenggu Lain dari Otonomi Sekolah 13/06/08
- Waisak Bagi Bangsa 26/05/08
- Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia 26/05/08
- Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa 17/05/08
- Hardiknas Momentum Introspeksi bersama 17/05/08
- Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE 12/04/08
- Menulis Petanda Orang Beradab 12/04/08
- Maulid Nabi dan Toleransi Antarumat Beragama 11/04/08
- Cinta Sesederhana Dirinya 25/02/08
- Pemanasan Global 25/01/08
- Haji Tersandung Pondokan 06/01/08
- Menunda Keinginan 12/11/07
- hari yang menyenangkan 05/11/07
- Tahukah Kamu 01/11/07
- Kesetiaan 24/10/07
- MANAJEMEN KURIKULUM ATAU MANAJEMEN SEKOLAH? 18/10/07
- SEHABIS KTSP LALU APA? SKS! 17/10/07
- YANG TERLEWATKAN DARI KTSP 16/10/07
- Refleksi: Pendidikan dan Kemerdekaan 20/08/07
- Kemiskinan Dalam Puisi Indonesia 09/08/07
- Warna-Warni Hari Pertama Sekolah 22/07/07
- Tanda Tanya Partai GAM..? 20/07/07
- Seharusnya Indonesia Makan Apa? 20/07/07
- Ketika Bahasa Diperdebatkan 19/07/07
- Nilai = Uang 27/06/07
- Perbedaan Antara Cowok Dengan Pria 21/06/07
- Waduh! Naik Apa Dong? 04/04/07
- (Masih) Perlukah Mencoblos? 04/04/07
- MEMBOLOS dan HISTERIA MASSAL 07/03/07
- ' Kita Perlu Seribu ' Einstein' Muda' 28/02/07
- Penipuan, Hipnotis Atau Budaya Konsumerisme ? 28/02/07
- Politik Sastra dan Akhlak Keislaman 28/02/07
- Catatan Kecil Tentang Sastra Di Sekolah,Catatan Kecil Tentang Sastra di Mata Kaum Muda 11/02/07
- Burung 09/02/07
- Wakil Rakyat, (Bukan) Mewakili Kesejahteraan Rakyat 24/01/07
- Model PWS Dalam Pemberantasan DBD 20/01/07
- Sholat Bisa Menjadikan Seseorang Celaka 12/01/07
- Sastrawan Tanggung 12/01/07
- KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER,KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER 12/01/07
- Pahlawan Rakyat 23/12/06
- Perlu Regenerasi Lingkungan, Gerakan Regenarasi Lingkungan 22/12/06
- B E R I T A 12/12/06
- Tips buat ngadepin Doi 12/12/06
- Sastra, Jus Tomat Rasa Pedas 10/12/06
- Kritik Sosial dalam Cerita Pendek Juniarso Ridwan 10/12/06
- Mengarifi Sastra Islam 10/12/06
- Mengharap Berkah Langit 03/12/06
- Ketika Kesenangan Datang 03/12/06

