Artikel Umum
Haji Tersandung Pondokan
Penulis : Ibn Ghifarie
Seakan-akan
penyelenggaraan haji selalu menuai badai kontroversi. Betapa tidak, bila tempo
dulu, sebagian umat islam mempertaruhkan nyawa guna melaksanakan pelbagai rukun
dan syarat haji. Meski rela saling berdesakan dengan semua umat dari penjuru
dunia. Hingga menyandang gelar haji mabrur. Kuatnya pemahaman sebagian
masyarakat bila meninggal di Tanah Suci dalam mencari ridha Allah sekaligus di
makamkan disana merupakan cita-cita mulia, bahkan lebih baik mati di tanah para
nabi daripada meninggal di kampong kelahirannya.
Kini,kontroversi pelaksanaan Rukun Islam kelima itu terulang kembali. Pasalnya,
ratusan ribu jemaah Indonesia tidak mendapatkan Pondokan yang layak dan jauh
dari Mesjidil Haram. Kata Mereka Salah seorang calon haji asal Embarkassi Solo,
Jawa Tengah, Masronah, mengungkapkan, pelayanan haji tahun ini lebih buruk bila
dibandingkan sepuluh tahun lalu. Itu terutama fasilitas tempat tinggal dan
ketersediaan air yang terbatas. Hal senada juga disampaikan suami Masronah yang
juga sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah. Berbeda dengan Masronah, Masniah,
calon haji kloter 12 Embarkasi Banjarmasin kali ini tinggal di pemondokan yang
cukup baik. Namun, dia mengeluhkan tidak adanya pengawalan dalam perjalan dari
pemondokan menuju tempat ibadah bagi para jamaah. Akibatnya, banyak jamaah yang
tersesat, terlebih jarak pemondokan yang jauh sekitar 1,5 kilometer. (Metro TV,
08/12). Wajah Murah
Haji Asal Indonesia Masih segar dalam ingatan kita, dipenghujung tahun 2006
jemaah haji asal Indonesia kelaparan saat melakukan wukuf di Padang Arafah
hingga keberangkatan mereka ke Mina untuk melempar jumrah. Selama lebih dari 30
jam, sebanyak 189 ribu jemaah sejak Kamis sampai Sabtu (28-30/12) terpaksa
menahan lapar karena ransum makanan tidak datang. Ironisnya lagi, peristiwa naas
itu berawal dari tiadan pasokan makanan. Perusahaan katering Ana for Development
Est pun menjadi kambing hitam. Bukannya saling berbenah diri soal manejemen
kehajian kita, malah saling menyalahkan. Mengerikan bukan? Bara Itu Bernama
Surat Izin Kini, musibah kekurangan pondokan pun menimpa jemaah haji. Konon,
bencana itu berawal dari susahnya pembuatan izin pondokan berakibat patal pada
tempat peristurahana itu, kata Gatot Abdullah Mansyur, Konjen (Konsulat
Jenderal) RI di Arab Saudi. Hanya sekitar
70% yang bisa ditampung pada pemondokan atau hotel di markaziyah yang dekat
Masjidil Haram.Sementara dua sampai tiga kloter terpaksa ditempatkan di luar
markaziyah dengan menempatirumah berukuran sedang."Sebenarnya, pondokan haji
didekat markaziyah bagus danbesar-besar, tetapi izinnyabanyak yang tidak keluar
daripemerintah setempat karenaterbentur peraturan baru yangmengikat, seperti
mengharuskanpemasangan alat pemadamkebakaran dan pintu darurat,"jelasnya. Tidak
keluarnya izin tersebut,tambahnya, karena banyak pemilik pondokan yang lalai
mengurus izin fasilita sseperti yang disyaratkan. Hal ini berbeda dengan
pemondokandi Jeddah yang peralatan dan fasilitasnya cukup lengkap dan memadai.
Akibatnya, panitia kesulitan menempatkan jamaah di markaziyah.Sedangkan untuk di
Mekkah,sejak awal memang diprogramkan untuk tidak terjadi pemadatan pemondokan. "Konsekuensinya,
lokasi pemondokan agak menjauh tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," Setelah
banyak hotel kolapsdi Mekkah pada 2005, tandasnya, izin untuk hotel dan
pemondokan lebih diperketat.Imbasnya, dari tahun lalu sampaisekarang fasilitas
pemondokandi Mekkah semakin menurun. (Seputar Indonesia, 03/12) Kala Haji Jadi
Petaka Dengan demikian, terjadinya malapetaka itu dapat memalukan martabat
bangsa Indonesia dalam mengelola rukun islam kelima tersebut. Padahal, tak
sedikit uang yang harus dikekuarkan oleh setiap jemaah haji. Sampai-sampai orang
lain beranggapan ongkos naik Bumi Pertiwi lebih mahal bila dibandingkan dengan
negara tetangga. Sudah tentu, melambungnya harga haji harus dilengkapi dengan
sarana dan prasarana yang memadai, bukan malah prosesi ibadah itu dijadikan
sebagai ajang bisnis tahunan pemerintah. Demi merauk keuntungan sesaat. Terlebih
lagi, berkenaan dengan Pemondokan. Sebab jauhnya tempat istirahat selain
berakibat tak afdhlnya sekaligus berpeluang banyak untuk tidak menjalankan
perintah Tuhan guna meraih kebahagian hakiki kelak. Nyatanya, pemondokan dapat
menjauhkan diri kita kepada Sang Khalik. Walhasil, terjadinya kelaparan,
kejauhan pemondokan itu menandakan pemerintah tak becus mengelola ibadah haji
dengan baik. Tawaran harga rendah dan berjauhan pun menjadi tumpuan pejabat
lalim tersebut. Meski menuai kontroversi sekaligus menjadi objek bagi pemodal
guna memperlakukan semena-mena. Haruskah, kelahir menejemen haji dibayar mahal
dengan kelaparan dan pemondokan? [Ibn Ghifarie] Cag Rampes, Pojok Sekre
Kere,13/12/07;23.45 wib *Penulis
Mahasiswa Studi Agama-agama Fakultas Filsafat dan Teologi UIN SGD Bandung dan
Koord Pots LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung
,ibn_ghifarie@yahoo.com
Artikel Lainnya
- Menebar 'Pesan Suci' Uero 2008 14/08/08
- Sepak Bola dan "Sindiran Telak" Bagi Agama 14/08/08
- SAS, Belenggu Lain dari Otonomi Sekolah 13/06/08
- Waisak Bagi Bangsa 26/05/08
- Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia 26/05/08
- Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa 17/05/08
- Hardiknas Momentum Introspeksi bersama 17/05/08
- Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE 12/04/08
- Menulis Petanda Orang Beradab 12/04/08
- Maulid Nabi dan Toleransi Antarumat Beragama 11/04/08
- Cinta Sesederhana Dirinya 25/02/08
- Pemanasan Global 25/01/08
- Haji Tersandung Pondokan 06/01/08
- Menunda Keinginan 12/11/07
- hari yang menyenangkan 05/11/07
- Tahukah Kamu 01/11/07
- Kesetiaan 24/10/07
- MANAJEMEN KURIKULUM ATAU MANAJEMEN SEKOLAH? 18/10/07
- SEHABIS KTSP LALU APA? SKS! 17/10/07
- YANG TERLEWATKAN DARI KTSP 16/10/07
- Refleksi: Pendidikan dan Kemerdekaan 20/08/07
- Kemiskinan Dalam Puisi Indonesia 09/08/07
- Warna-Warni Hari Pertama Sekolah 22/07/07
- Tanda Tanya Partai GAM..? 20/07/07
- Seharusnya Indonesia Makan Apa? 20/07/07
- Ketika Bahasa Diperdebatkan 19/07/07
- Nilai = Uang 27/06/07
- Perbedaan Antara Cowok Dengan Pria 21/06/07
- Waduh! Naik Apa Dong? 04/04/07
- (Masih) Perlukah Mencoblos? 04/04/07
- MEMBOLOS dan HISTERIA MASSAL 07/03/07
- ' Kita Perlu Seribu ' Einstein' Muda' 28/02/07
- Penipuan, Hipnotis Atau Budaya Konsumerisme ? 28/02/07
- Politik Sastra dan Akhlak Keislaman 28/02/07
- Catatan Kecil Tentang Sastra Di Sekolah,Catatan Kecil Tentang Sastra di Mata Kaum Muda 11/02/07
- Burung 09/02/07
- Wakil Rakyat, (Bukan) Mewakili Kesejahteraan Rakyat 24/01/07
- Model PWS Dalam Pemberantasan DBD 20/01/07
- Sholat Bisa Menjadikan Seseorang Celaka 12/01/07
- Sastrawan Tanggung 12/01/07
- KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER,KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER 12/01/07
- Pahlawan Rakyat 23/12/06
- Perlu Regenerasi Lingkungan, Gerakan Regenarasi Lingkungan 22/12/06
- B E R I T A 12/12/06
- Tips buat ngadepin Doi 12/12/06
- Sastra, Jus Tomat Rasa Pedas 10/12/06
- Kritik Sosial dalam Cerita Pendek Juniarso Ridwan 10/12/06
- Mengarifi Sastra Islam 10/12/06
- Mengharap Berkah Langit 03/12/06
- Ketika Kesenangan Datang 03/12/06

