SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. Juni
  2. Tanah dan Catatan Sejarah
  3. Indahnya Malam
  4. Juli
  5. MANG ILIKU
  6. untuk mamaku
  7. 'BATU-TIMOR' HANCUR DI AMBIL PEMODAL
  8. Kangen III
  9. GURU
  10. Karena Ia adalah Guru

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

Artikel Umum

Cinta Sesederhana Dirinya
Penulis : Nanda Shabrina

Diliputi Rasa Cinta yang Terlalu menggebu... Pelipur Hidup Saya Cinta adalah sesuatu yang dapat dilihat, dibaca dan dirasakan meskipun tak dapat diraba Cinta adalah sesuatu yang dapat diungkapkan, baik dari ucapan, tulisan maupun perbuatan Cinta adalah sesuatu yang tak dapat disentuh tetapi dapat dibuktikan Saat saya menggoreskan pena ini, mungkin kau takkan pernah bisa membayangkan betapa menggebu rasa cinta yang saya rasa direlung hati ini. Mungkin bagimu, ini hanya sebuah cerita. Sebuah cerita usang yang tak berarti apapun, karena saya bukanlah penyair selayak Chairil Anwar yang membuat orang mampu mengangkat topi. Juga bukan seperti Habiburrahman El-Shirazy, yang mampu membuat orang jatuh cinta pada karya-karyanya.

Namun, saya berusaha seperti penulis Andrea Hirata dengan judul bukunya Langkar Pelangi, yang ia dedikasikan untuk ibu gurunya tercinta. Saya ingin sepenuhnya mendedikasikan karya saya ini kepadamu yang sampai saat ini setia menjadi pelipur hidup saya. Jika pun kau tak berkenan, tolong jangan buang, tolong simpan baik-baik. Karena bagi saya, ini adalah mahkota persahabatan kita untuk selamanya. Amin. Saya pertama kali menjumpaimu ketika saya masih duduk di kelas 2 Smp. Saat ini, sepertinya satu sekolah sedang dirundung kebahagian yang luar biasa akibat salah satu bidadari dari kota lain berpindah sekolah kesekolah ini. Saya melihatmu, juga melihat reaksi banyak orang saat mereka memandangmu dengan pandangan takjub. Saya tahu sekali mengapa mereka sebegitu takjubnya memandangmu. Kau memiliki paras elok dan kulit putih bersih. Seketika saya langsung agak merasa sedikit cemburu.

Mengapa semua orang memandangmu seperti itu. Saya menganggapmu yang bukan-bukan. Namun, masih dalam kontrol yang sewajarnya karena saya sadar, hal itu hanya rasa cemburu belaka. Saya akui dalam-dalam, kau memang cantik, kulitmu putih bersih, dan dari wajahmu, aku melihat gurat-gurat ilmu pengetahuan yang banyak kau meiliki. Sekali lagi saya menepis rasa cemburu itu. Allah berkata, jika tak ada manusia yang sempurna, dan setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kebetulan saat itu, saya denganmu tak ditakdirkan untuk satu kelas oleh Allah. Entah karena apa, saya pun tak tahu pasti. Saat itu pula saya melihat dia -tak perlu saya sebutkan namanya-, yang kebetulan saat itu saya jatuh hati padanya, bersama teman-temannya ia memandangmu dengan tatapn yang tak biasa. Saya tak bisa menahan rasa kejengkelan padamu. Kau mampu membuatnya melihatmu seperti itu. Entah ini hanya rasa cemburu yang berlebihan atau memang benar adanya. Benar, jika dia mungkin benar-benar kepincut hati olehmu.

Saya tak bisa membayangkan hal yang lebih menyesakkan dada saya, jika nantinya ia memang benar-benar mencintaimu. Ya Allah, tolonglah saya... Saya memang masih anak-anak, namun rasa sayang ini tumbuh derasnya sejak 1 tahun lalu. Kabar kedatanganmu menghebohkan satu sekolahan. Banyak yang pro dan kontra. Yang pro bahkan sepertinya mengagung-agungkan dirimu sedemikian rupa. Dikatakannya kau adalah murid paling cantik, baik, dan pintar. Dan yang kontra, seakan-akan terbakar rasa cemburu, dikatakannya kau adalah murid yang sombong dan bahkan ada diantaranya yang menyeletuk, 'dia kan tau aturan disekolah ini harus pake panjang, kok malah masih pake rok pendek?'. Saya yang jelas, tak tau pasti. Saya tak ingin mengikuti salah satu dari keduanya, karena saya sadar, saya tak terlalu dekat denganmu, dan saya tak bolehlah menghakimimu begitu saja tanpa informasi yang cukup. Hanya Allah yang Tau mana yang benar dari keduanya.

Allah yang Maha Mengetahui segalanya. Ternyata namamu semakin populer. Kau disebut-sebut memiliki otak yang cerdas. Dan kau adalah murid yang pintar bahasa Inggris. Dan saya malah semakin mundur, semakin menciut. Lagi-lagi rasa cemburu itu menguak ke permukaan dan membuat saya mati kutu. Ya Allah, buatlah diri saya rela menerima kelebihan orang lain... Saya takut sekali ia juga nantinya akan merebut posisi saya yang sudah dikenal orang lain, bisa masuk kategori pintar. Bahkan saya juga tak bisa memikirkan lebih lanjut, jika kau akan merebutnya dari saya. Saya harap, yang demikian adalah yang tak pernah terjadi. Amin. Perlahan, saya merasa ada dorongan magnet yang membawa saya padamu. Entah mengapa, sepertinya perasaan ini rasanya ingin sekali mengenalmu lebih dekat. Mengenalmu lebih jauh. Mungkin, Allah memiliki rahasia untuk kita dimasa yang akan datang.

Jujur, saya ingin berkenalan dengannya, atau sekedar bertegur sapa. Saya tak tahu mengapa rasa ini begitu kuatnya. Namun, kebodohan mengalahkan semuanya. Saya merasa, saya sangat tidak pantas untuk mengenalmu. Saya tak memiliki apapun untuk sekedar bersanding menjadi temanmu. Saya merasa saya sangat dungu dan kotor untuk sekedar berbincang denganmu. Saya rendah diri. Saya takut jika kau tak merespon salam perkenalan saya. Atau bahkan yang lebih ekstrim, mungkin kau tidak mau berteman dengan saya yang kecil ini. Sang waktu mungkin mendengar keluh kesah saya yang ingin sekali berkenalan denganmu. Saat permbagian kelas naik ke kelas 3, akhirnya saya dapat mengenalmu atau hanya sekedar menatapmu lekat-lekat, menikmati kecantikan yang selalu menjadi buah bibir kaum adam. 'kau memang cantik', saya sedikit bersimpati denganmu. Selain itu, ketika pertama kali belajar bahasa inggris bersamamu dikelas ini, kau banyak mengajari teman-teman yang lainnya dengan penuturan yang sangat gamblang. Saya semakin tertarik dengan kepribadianmu. Semoga esok dan esoknya lagi, saya bisa bertambah dekat denganmu. Entah karena apa perasaan ini mengalir begitu deras, mungkin takdir yang selanjutnya kan berujar pada kita berdua. Entah mengapa, saya lupa, tiba-tiba saja kita berdua akrab, awalnya mungkin karena pindah tempat duduk, dan selanjutnya saya tak begitu mengingatnya. Kau melayani saya dan teman-teman lainnya dengan senyaman mungkin.

Meskipun awalnya saya akui, kau masih sangat tertutup. Sikapmu pada saat itu sangat tertutup. Sepertinya kau menyimpan semua rahasia dan perjalanan hidumu rapat-rapat tanpa boleh ada satu orangpun yang mengatahuinya. Saya mengerti, mungkin hanya karena kita baru saling mengenal. Kau hanya sekedar menjawab dengan jawaban singkatmu, terhadap pertanyaan yang perlahan-lahan saya lontarkan kepadamu. Kau masih sangat tertutup. Dan itu memacu keinginan saya untuk lebih jauh mengenalmu. Sepertinya kau merahasiakan sesuatu dari hingga saya tidak boleh mengetahuinya. Saya mengerti, saya bukan sesiapamu. Dan saya tak berhak untuk mengetahui apa yang bukan menjadi hak saya. Kita semakin akrab, dengan kedekatan kita berdua juga dengan Susi dan Ai. Saya pun mengenal mereka yang menyenangkan juga karena takdir waktu yang membawa kita. Kesamaan kita pun sekiditnya mampu memberi ruang untuk kedekatan kita berdua. Entah kau mensyukurinya atau tidak. Tapi saya senang sekali bisa mengenalmu sejauh saat itu. Kita berdua sama-sama memiliki kebiasaan yang buruk, menertawai orang-orang yang dianggap aneh. Kau masih ingat insiden Bambang? Saya mungkin tak bisa mengakatakan hal-hal yang terlalu fulgar seperti yang demikian. Juga Alm. Pak Tjasmadi, yang menyuruh orang untuk membunyikan bel. Ah, indah sekali ya. Kita juga membuat cerita negara ingusan antara Umam dan Salim. Dan entah mengapa yang terkekeh, hanyalah kita berdua, seakan orang lain tak mengerti akan hal ini. Hanya kita berdua saja, mungkin kita sehati.

Untuk itu, kita selayaknya meminta ampun kepada Allah, atas tertawa kita yang tidak pada tempatnya yang mungkin bisa membuat orang lain tersinggung hatinya. Teman, kau juga sangat membantu perjalanan cinta saya dengannya, seorang yang terkasih. Meskipun pada akhirnya, dia memang bukan untuk saya. Perjuanganmu sangat saya ajungi jempol dan membuat saya harus berterima kasih padamu berkali-kali. Atau bahkan saya ingin bersujud di kakimu meminta kepada Allah, untuk membalas semua yang telah engkau berikan. Kau membuat ia mengetahui apa yang saya rasakan. Meskipun ia tak menyimpan rasa yang sama seperti apa yang saya alami, namun kau bisa membuat saya tersenyum untuk kali itu, saat kau bercerita tentangnya. Tentang matanya yang memerah dan dengan genangan airmata mengetahui saya mencintainya sejak 2 setengah tahun lalu. Jika tak ada kau, mungkin sampai sekarang ia takkan mengetahui dalamnya cinta yang dulu pernah saya suguhkan untuknya. Kau juga membantu saya menghadapi konflik saya dengan sang penguasa kegelapan, yaitu pelajaran bahasa inggris. Kau mengajari saya sesabar yang pernah saya tau dan sebelumnya tak pernah terbayangkan. Kesabaranmu perlu diacungi jempol yang terus mengajari saya yang dungu ini.

Yang selalu menanyakan hal yang itu-itu saja, karena saya tak bisa cepat tanggap akan seluruh materi bahasa inggris yang sejak dulu memilukan hati saya. Ilmu yang sudah kau raih seakan begitu murah kau berikan pada saya. Atau mungkin saya yang teralu memaksa hingga mau tak mau kau harus mengajari saya akan ilmu yang kau miliki ? Jika begitu adanya, maafkan saya yang terlalu dungu ini… Sungguh, maafkan saya jika telah membuat kau tak enak hati seperti itu... Semoga kau juga memohon kepada Allah, untuk meringankan dosa-dosa saya yang selama ini saya lakukan padamu. Dan Allah yang Maha Pemurah, akan meringankannya. Amin. Untuk detik ini, entah kau percaya atau tidak, jika hati saya sesak menuliskan yang demikian untukmu. Lebih tepatnya ketika saya harus mengulang kebersamaan-kebersamaan yang telah kita lalui dihari lalu. Membuat mata ini sedikit tergenang airmata namun saya berusaha untuk menahannya sekuat tenaga. Segala yang telah kita lalui bersama dalam kebersamaan yang terlalu indah untuk dilupakan. Dan terlalu menyedihkan dan mengharukan untuk dikenang. Perlahan kau mulai terbuka terhadap saya. Kau ceritakan segala apa yang telah kau alami. Apakah kau tau apa yang saya rasakan saat itu ? Sungguh saya sangat senang sekali kau dapat mempercayai saya. Kau dapat percaya pada saya untuk menampung segala rahasiamu. Kau tau, itu adalah amanat yang harus saya pegang. Dan terima kasih untuk kepercayaanmu kepada saya. Saya memang keras kepala.

Terkadang saya juga membuatmu kesal setengah mati. Atau bahkan itu sering saya lakukan. Kita pernah bertengkar, apa kau masih ingat ? Itu hanya karena masalah yang amat sepele. Maafkan saya yang terlalu kekanak-kanakan dan terlalu keras kepala. Semoga itu yang terakhir kalinya untuk kedidupan perjalanan persahabatan kita. Amin. Kau tau apa yang membuat saya girang setengah mati ? Ketika itu, saya membuat cerita tentang perjalanan cintamu yang sampai saat ini belum juga terampung. Ekspresi yang kau berikan setelah membacanya membuat hati saya teraliri sungai-sungai indah dibawahnya. Yang seakan membuat dahaga kasih dalam hati ini terobati sudah. Kau adalah penyejuknya. Dan, maafkan jika hingga saat ini cerita itu belum juga rampung, karena saya takut saya salah menceritakannya karena bukan saya yang mengalami hal yang demikian. Adalah kau yang mengalaminya. Setelahnya, saat saya berulang tahun yang ke-15.

Hadiah yang terindah adalah darimu. Bukan barang yang kau hadiahkan pada saya, namun secarik keras yang mampu membuat saya menangis sejadi-jadinya. Seperti yang sedikit saya kutip : Thnx bgt ya Nda... Thnx dah mo jdi shbat aQ (wlau-pun kpaksa !), tnkz dah ngisi hari 2 aQ, n thnx jg coz nda dah slalu nglakuin yg t'baek bwat aQ... aQ ga tau deh.. apa jdi-na aQ skrng klo bkan krna smua p'tolongan nda... Makaaassiiiih...iihhh.. bgt... !!! Mlai saat ini n' strusnya, aQ jnji deh bklan slalu b'usaha nglakuin yg t'baek bwat persahabatan Qt... Biar ga cpet putus... Sjujur-na neh ya... aQ tuh pngen kita sahabatan trus, (entah smpe kpan) slama yg kita bsa... aQ pngen wlaupun kita dah terpisah ruang dan waktu, kita msih te2p saling kontak, saling curhat,... n' apalah, ssuatu yg bsa memp'erat p'shbatan kita... Mo kan nda ? Sungguh, itu sangat menyesakkan dada saya. Saya menangis sejadi-jadinya mengenang kebersamaan kita dan hal-hal lain yang membuat saya menyayangimu, teman. Apalagi paragraf yang ini : Ini khusus gue beliin buat elo, coz lo ah sering ngebantuin n ngedampingin gw sebagai sahabat gw. Maafin gw ya, kalo selama ini gw selalu bersikap egois, ini sengaja gw beli bwat o, gw tau kalo lu tuh berbakat dalam nulis puisi, makanya gw beliin biar lo bisa mencurahkannya disini. Terus, lo boleh nulus2 disini. N' kalo ada sesuatu yang lo rasain, apapun itu, lo boleh ngungkapin disini...

Ini juga sungguh membuat dada saya tambah sesak dengan keharuan yang sungguh amat sangat luar biasa dalamnya. Itu perkataan yang sama yang pernah saya tulis dalam rancangan novel yang saya buat baru sekitar 100 halaman. Saat saya serahkan padamu, saya tak menyangka kau akan menghapalkannya dan ini merupakan suprise yang begitu luar biasa. Saya tak tau kau sebegitu care'nya terhadap karya-karya saya. Juga bahkan kau menghapalkannya untuk suatu moment yang sangat pas. Bukankah itu mencerminkan kau menunggu-nunggu untuk mengatakan semuanya ini pada saya ? Teman, terima kasih karena kau mampu membuat saya tenggelam dalam airmata kebahagiaan. Saya terkadang sering sekali pura-pura kesal terhadapmu. Apalagi, kau sering sekali tak sengaja berbicara lantang apa yang sedang saya bicarakan padamu. Kontan juga terkadang, seseorang yang kini sedang menawan saya -berbeda dengan seseorang yang pernah saya suguhkan cinta sewaktu Smp- dengan rindunya menoleh, dan mungkin mengetahui apa yang sedang saya bicarakan. Saya berpura-pura kesal padamu, namun sungguh saya sangat senang memiliki teman yang seakan mengerti saya. Saya ingin sekali ia mengetahui perasaan ini. Dan kau yang sangat cerdas, berpura-pura melantangkan suaramu agar ia mengetahui apa yang saya rasakan dan hati yang sedang menggebu-gebu itu. Kau sangat mengerti atas saya.

Terima kasih. Kerena tak ada seorang pun yang bisa melakukan hal yang sama selayaknya dirimu. Kau juga tempat yang sangat nyaman untuk saya mendendangkan perasaan hati saya. Terima kasih, teman. Yang telah menjadi istana dalam luapan emosi saya. Terima kasih atas segalanya. Saya selalu berharap kepada Allah, agar menjadikan kau pelipur hidup saya untuk selamanya. Kau Lah... Kedinginan memuncak, Menggigillah aku, Diam, ketika semua datang Selimut itu menyelubungi jiwaku Ya, itu lah kau Yang selama ini menyelimutiku Dari debu yang dapat menorehkan luka Jamahlah aku dengan sedikit senyummu, Laksna jiwa merindukan hasratnya Laksana hasratnya merindukan hatinya, Laksana hatinya merindukan jasmaninya Laksana jasmaninya merindukan keelokannya Laksana keelokannya merindukan kesempurnaannya. Yah, itu lah kau Yang selama ini menempatkanku Dari mana yang terbaik untukku dan yang mana tidak Thanks untuk semuanya.. (4 Februari 2007)

Life doesn't move in straight line. It moves in circle. You end up at the point your started with. Then, what is the point - you may ask. There is no point and that is the point. But you will mot appreciete "pointess of life" until and unless you experience it yourself. Indeed, one has no choise in this matter. You cannot choose "not to undertake the journey of life" . If you reading this lines, you are in fact already traveling. The journey is on. The first point of ypur journey is your self. Then self merges with self and you realize that the journey was not external, it was internal. You have been traveling within. At the point, pointless of life becomes the cause for celebration. You will begin to dance and sing to the rhythm of life. And that is important. Your singing, your dancing, your celebration of ife... make that the point. After all, life is what you make of it! Dalam keharuan luar biasa

7.53am, 17 Februari 2008 Nanda Shabrina


Artikel Lainnya

  1. Menebar 'Pesan Suci' Uero 2008 14/08/08
  2. Sepak Bola dan "Sindiran Telak" Bagi Agama 14/08/08
  3. SAS, Belenggu Lain dari Otonomi Sekolah 13/06/08
  4. Waisak Bagi Bangsa 26/05/08
  5. Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia 26/05/08
  6. Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa 17/05/08
  7. Hardiknas Momentum Introspeksi bersama 17/05/08
  8. Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE 12/04/08
  9. Menulis Petanda Orang Beradab 12/04/08
  10. Maulid Nabi dan Toleransi Antarumat Beragama 11/04/08
  11. Cinta Sesederhana Dirinya 25/02/08
  12. Pemanasan Global 25/01/08
  13. Haji Tersandung Pondokan 06/01/08
  14. Menunda Keinginan 12/11/07
  15. hari yang menyenangkan 05/11/07
  16. Tahukah Kamu 01/11/07
  17. Kesetiaan 24/10/07
  18. MANAJEMEN KURIKULUM ATAU MANAJEMEN SEKOLAH? 18/10/07
  19. SEHABIS KTSP LALU APA? SKS! 17/10/07
  20. YANG TERLEWATKAN DARI KTSP 16/10/07
  21. Refleksi: Pendidikan dan Kemerdekaan 20/08/07
  22. Kemiskinan Dalam Puisi Indonesia 09/08/07
  23. Warna-Warni Hari Pertama Sekolah 22/07/07
  24. Tanda Tanya Partai GAM..? 20/07/07
  25. Seharusnya Indonesia Makan Apa? 20/07/07
  26. Ketika Bahasa Diperdebatkan 19/07/07
  27. Nilai = Uang 27/06/07
  28. Perbedaan Antara Cowok Dengan Pria 21/06/07
  29. Waduh! Naik Apa Dong? 04/04/07
  30. (Masih) Perlukah Mencoblos? 04/04/07
  31. MEMBOLOS dan HISTERIA MASSAL 07/03/07
  32. ' Kita Perlu Seribu ' Einstein' Muda' 28/02/07
  33. Penipuan, Hipnotis Atau Budaya Konsumerisme ? 28/02/07
  34. Politik Sastra dan Akhlak Keislaman 28/02/07
  35. Catatan Kecil Tentang Sastra Di Sekolah,Catatan Kecil Tentang Sastra di Mata Kaum Muda 11/02/07
  36. Burung 09/02/07
  37. Wakil Rakyat, (Bukan) Mewakili Kesejahteraan Rakyat 24/01/07
  38. Model PWS Dalam Pemberantasan DBD 20/01/07
  39. Sholat Bisa Menjadikan Seseorang Celaka 12/01/07
  40. Sastrawan Tanggung 12/01/07
  41. KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER,KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER 12/01/07
  42. Pahlawan Rakyat 23/12/06
  43. Perlu Regenerasi Lingkungan, Gerakan Regenarasi Lingkungan 22/12/06
  44. B E R I T A 12/12/06
  45. Tips buat ngadepin Doi 12/12/06
  46. Sastra, Jus Tomat Rasa Pedas 10/12/06
  47. Kritik Sosial dalam Cerita Pendek Juniarso Ridwan 10/12/06
  48. Mengarifi Sastra Islam 10/12/06
  49. Mengharap Berkah Langit 03/12/06
  50. Ketika Kesenangan Datang 03/12/06
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller