Artikel Umum
Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE
Penulis : Ibn Ghifarie
Di saat
masyarakat Indonesia mulai melek internet. Apalagi pasca Pesta Blogger 2007 (27
Oktober 2007) komunitas blogger pun bermunculan di pelbagai daerah. Kini, para
penikmat sekaligus pemerhati media alternativ itu harus sedikit resah. Pasalnya,
kemunculan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) (klik link
untuk membaca UU ITE) berakibat negatif terhadap para blogger dan hacker.
Blogger dan Hacker Negatif Betapak tidak, Roy Surya selaku pakar telematika
menuturkan "Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meski telah memiliki
undang-undang, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan ada perlawanan dari para
'blogger' dan 'hacker' yang biasanya akan mengganggu sistem pemblokiran tersebut."
Seperti yang dilansir Kompas. "Saya yakin para blogger dan hacker pasti akan
melakukan serangan terhadap sistem itu. Tetapi, kemungkinan ancaman tersebut
bukan berarti melemahkan niat pemerintah," cetusnya. Yang lebih mengeriakan
lagi, Ia mengurai "Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif
adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia
belum bisa mencerminkan citra positif" tegasnya kepada detikINET, Kamis (27/3).
Hacker atau
Cracker Bila mencermati pernyataan sikap orang nomer satu dalam bidang
telematika itu, tentunya ada yang ganjil terhadap penamaan hacker. Pasalnya, di
mata Romi Satria Wahono menuturkan ada perbedaan mendasar antara hacer dan
cracker. Tengok saja, tulisanya 'Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker' hacker
membangun banyak hal dan cracker merusaknya'. Hacker sejati
adalah seorang programmer yang baik. Sesuatu yang sangat bodoh apabila ada orang
atau kelompok yang mengklaim dirinya hacker tapi sama sekali tidak mengerti
bagaimana membuat program. Sifat penting seorang hacker adalah senang berbagi,
bukan berbagi tool exploit, tapi berbagi ilmu pengetahuan. Pendek kata, Hacker
sejati merupakan seorang penulis yang mampu memahami dan menulis artikel dalam
bahasa Ibu dan bahasa Inggris dengan baik. Hacker adalah seorang nerd yang
memiliki sikap (attitude) dasar yang baik, yang mau menghormati orang lain,
menghormati orang yang menolongnya, dan menghormati orang yang telah memberinya
ilmu, sarana atau peluang. Adalah Pelaku
carding (penyalahgunaan kartu kredit), phreaking, dan defacing bukanlah hacker
tapi mereka adalah cracker. Inilah Satu bukti perilaku lalim dari pegiat maya.
Dalam menjalakan aksinya, para Hacker jarang memakai identitas dengan nickname,
screenname atau handlename-yang lucu, konyol dan bodoh. Bagi Eric S Raymond
mengungkapkan "Menyembunyikan nama, sebenarnya hanyalah sebuah kenakalan,
perilaku konyol yang menjadi ciri para cracker, warez d00dz dan para pecundang
yang tak berani bertanggungjawab atas segala perbuatannya. Dengan demikian
hacker merupakan sebuah reputasi, mereka bangga dengan pekerjaan yang dilakukan
dan ingin aktivitas itu diasosiasikan dengan nama mereka yang sebenarnya. Hacker
tidaklah harus orang komputer, karena konsep hacking adalah para pembelajar
sejati, orang yang penuh antusias terhadap pekerjaannya dan tidak pernah
menyerah karena gagal. Dan para hacker bisa muncul di bidang elektronika, mesin,
arsitektur, ekonomi, politik, dsb. Nah, bila perbuatan koyol yang dikategorikan
oleh Roy Suryo, maka pantas sekaligus wajib di curigai para penggila cyber
termasuk di dalamnya blogger. Jika yang hanya
hacker sejati dan blogger bukan para pembohong belaka, maka sudah selayaknya
kita tetap menghargai kejujuran dan iktiar kita untuk selalu menulis. Pasalnya,
menulis merupakan petanda orang-orang yang mencoba beradab. Kehadiran UU TIE pun
berbanding lurus dengan kuatnya arus informasi supaya tetap menulis hal-hal yang
bermakna sekaligus bermanfaat. Semoga. [Ibn Ghifarie]
Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!! Cag Rampes, Pojok Komputer Ngeheng,
27/03/08;15.57 wib
Artikel Lainnya
- Menebar 'Pesan Suci' Uero 2008 14/08/08
- Sepak Bola dan "Sindiran Telak" Bagi Agama 14/08/08
- SAS, Belenggu Lain dari Otonomi Sekolah 13/06/08
- Waisak Bagi Bangsa 26/05/08
- Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia 26/05/08
- Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa 17/05/08
- Hardiknas Momentum Introspeksi bersama 17/05/08
- Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE 12/04/08
- Menulis Petanda Orang Beradab 12/04/08
- Maulid Nabi dan Toleransi Antarumat Beragama 11/04/08
- Cinta Sesederhana Dirinya 25/02/08
- Pemanasan Global 25/01/08
- Haji Tersandung Pondokan 06/01/08
- Menunda Keinginan 12/11/07
- hari yang menyenangkan 05/11/07
- Tahukah Kamu 01/11/07
- Kesetiaan 24/10/07
- MANAJEMEN KURIKULUM ATAU MANAJEMEN SEKOLAH? 18/10/07
- SEHABIS KTSP LALU APA? SKS! 17/10/07
- YANG TERLEWATKAN DARI KTSP 16/10/07
- Refleksi: Pendidikan dan Kemerdekaan 20/08/07
- Kemiskinan Dalam Puisi Indonesia 09/08/07
- Warna-Warni Hari Pertama Sekolah 22/07/07
- Tanda Tanya Partai GAM..? 20/07/07
- Seharusnya Indonesia Makan Apa? 20/07/07
- Ketika Bahasa Diperdebatkan 19/07/07
- Nilai = Uang 27/06/07
- Perbedaan Antara Cowok Dengan Pria 21/06/07
- Waduh! Naik Apa Dong? 04/04/07
- (Masih) Perlukah Mencoblos? 04/04/07
- MEMBOLOS dan HISTERIA MASSAL 07/03/07
- ' Kita Perlu Seribu ' Einstein' Muda' 28/02/07
- Penipuan, Hipnotis Atau Budaya Konsumerisme ? 28/02/07
- Politik Sastra dan Akhlak Keislaman 28/02/07
- Catatan Kecil Tentang Sastra Di Sekolah,Catatan Kecil Tentang Sastra di Mata Kaum Muda 11/02/07
- Burung 09/02/07
- Wakil Rakyat, (Bukan) Mewakili Kesejahteraan Rakyat 24/01/07
- Model PWS Dalam Pemberantasan DBD 20/01/07
- Sholat Bisa Menjadikan Seseorang Celaka 12/01/07
- Sastrawan Tanggung 12/01/07
- KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER,KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER 12/01/07
- Pahlawan Rakyat 23/12/06
- Perlu Regenerasi Lingkungan, Gerakan Regenarasi Lingkungan 22/12/06
- B E R I T A 12/12/06
- Tips buat ngadepin Doi 12/12/06
- Sastra, Jus Tomat Rasa Pedas 10/12/06
- Kritik Sosial dalam Cerita Pendek Juniarso Ridwan 10/12/06
- Mengarifi Sastra Islam 10/12/06
- Mengharap Berkah Langit 03/12/06
- Ketika Kesenangan Datang 03/12/06

