Artikel Umum
Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia
Penulis : Ibn Ghifarie
PERANGI AHMADIYAH,
BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI INDONESIA! ALLAHU AKBAR! Tidak
apa-apa, kami yang bertanggungjawab! Saya pribadi maupun FPI maupun umat Islam
yang lain, para ulama, bertanggungjawab. Kalau ada yang membunuh Ahmadiyah,
bilang saja disuruh Ustad Sobri Lubis ... Tidak masalah. Kami siap tanggungjawab
dunia-akhirat! BUNUH AHMADIYAH di manapun mereka berada!
--Tabligh Akbar di Kota Banjar, Jawa Barat, 14 Februari 2008--
Kala Geert Wilders, seorang anggota parlemen Belanda menenguarkan video film
fitna yang berdurasi 17 menit dengan pidato seorang ulama yang diselingi dengan
pelbagai gambar kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang Islam di pelbagai
penjuru dunia. Maka pelbagai kecaman pun bermunculan dari umat islam dipenjuru
dunia. Tak terkecuali indonesia.
Pasalnya, film ini dibuat oleh orang non-muslim sekaligus telah menyutakan bar
kebencian terhadap agama islam. Selogan teroris, radikal, fundamentalis, hingga
sebuatan Muhamadanisme tak tereakan lagi.
Namun, bila melihat kondisi masyarakat beragama di Bumi Pertiwi ini video-video
bernada hujat-menghujat, caci-memaki, kafir-mengkafirkan, bahkan saling
bunuh-membunuh pula tak dapat dibendung lagi. Mengerikan memang.
Tabligh Akbar Membara
Ironisnya, perlakuan bengis sekaligus seruan untuk meniadakan nyawa itu
dilakukan oleh agama Islam. Salah satunya, kisruh soal keberadaan Jemaat
Ahmadiyah Indonesia dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pascapengeluaran 11
Fatwa tahun 2005. Semenjak itulah kelompok penganut Mirza Gulam Ahmad ini resah.
Penghancuran mesjid, sekolah, pengusiran dan pembunuhan menjadi jalan fintas
golongan-golongan yang tak sepaham denganya.
Acara Tablig Akbar juga menjadi riak-riak kemelut kian hadir. Mari kita tengaok
kutipan-kutipan Ceramah di Banjar Jawa Barat, 14 Februari 2008 dengan
menghadirkan penghotkbah; Sobri Lubis (Sekjend Front pembela Islam), M.
Khattath, (Pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia), Abu Bakar Basyir (Pemimpin Majelis
mujahidin Indonesia) dan Abdurrahman Assegaf (Panglima Gerakan Umat Islam
Indonesia).
Ayat-Ayat Fitna
Layaknya model khutbah lainya. Keharusan pemberi nasihat untuk mengajak seluruh
jemah supaya berbuat baik dan meninggalkan yang jelek (Amar Ma'ruf
Nahi Munkar). Namun, apa yang terjadi benih-benih kebencian terhadap aliran
yang berbeda dengannya semakin tumbuh dan berkembang. Apalagi saat para
pemimpinya menyerukan untuk membunuh.
Lihat saja, pesan berapi-api itu, " Kami ajak umat Islam ayo mari kita perangi
Ahmadiyah, BUNUH Ahmadiyah di mana pun mereka berada, saudara! ALLAHU AKBAR!!
Bunuh, bunuh, bunuh, BUNUH! Tidak apa-apa bunuh ... Kamu merusak akidah, darah
kamu halal! Ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan. Persetan HAM! Tai kucing
HAM!"
"PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI INDONESIA! ALLAHU
AKBAR! Tidak apa-apa, kami yang bertanggungjawab! Saya pribadi maupun FPI maupun
umat Islam yang lain, para ulama, bertanggungjawab. Kalau ada yang membunuh
Ahmadiyah, bilang saja disuruh Ustad Sobri Lubis ... Tidak masalah. Kami siap
tanggungjawab dunia-akhirat! BUNUH AHMADIYAH di manapun mereka berada!"
Para tokoh yang tidak sepakat dengan adanya pembubaran ajaran Ahmadiyah pun
menjadi bulan-bulanan mereka.
"Sekarang banyak tokoh berusaha mencari muka membela Ahmadiyah. Coba lihat
Wapres Jusuf Kalla. Dia bilang, biarkan Ahmadiyah beribadah sesuai dengan
kehendak mereka ... Nauzubillah min dzalik ...
Coba lihat, Gus Dur ikut-ikutan membela Ahmadiyah. Dalam rangka apa? Dalam
rangka menjilat Barat untuk dapat duit supaya nanti dapat dukungan agar bisa
ikut jadi calon Presiden yang didukung sama iblis Amerika dan setan Inggris."
Kita ingatkan kepada Presiden dan juga Wakil Presiden, jangan coba-coba
mengambil kesempatan dalam kesempitan. Justru kalau kamu membela aliran sesat,
kita akan nyatakan, Hey umat Islam, haram memilih calon-calon yang membela
aliran sesat di negara ini.
"Maka kita ingatkan kepada Ahmadiyah, Hey Ahmadiyah kalau kamu ingin tenang dan
aman di negeri ini silahkan taubat dan kembali kepada ajaran Islam. Akuilah
setan Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi ... Kalau tidak mau juga maka silahkan,
silahkan pilih agama lain. Jangan sebut dirinya agama Islam. Silahkan pilih
agama apa, agama tikus kek."
Kita ingatkan, Ahmadiyah jangan mengaku rumah ibadahnya sebagai Masjid. Masjid
milik orang Islam. Kalau Ahmadiyah mau bikin tempat ibadah sendiri, sebut saja
kandang, WC, terserah dia ...
Kendati ada yang bernada lunak, tapi virus kebencian semakin menjalar. Seperti
yang ditulis oleh Ade Armando, salah satu staf Redaksi Majalah Madina menuliskan
"Saya memiliki rekaman pidatonya saat Sobri tampil dengan didampingi beberapa
tokoh lainnya di hadapan ribuan umat Islam. Selain Sobri, ada pula Ir. M.
Khattath, pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia, yang dengan lebih tenang -- dan
dengan senyum dinginnya -- menyatakan bila pengikut Ahmadiyah tidak mau
bertobat, hukumannya mati. Juga ada Abu Bakar Baasyir yang juga dengan tenang
menyatakan hukuman bagi nabi palsu sederhana: kalau ditemukan, tangkap, potong
leher".
Menanti Kejelasan Pemerintah
Sejatinya pemerintah dapat mengambil sikap tegas dalam memecakhan persoalan ini
tidak akan berlarut-lrut sekaligus membuat geram golongan yang tak sepaham
dengan Ahmadiyah.
Bila penguasa masih lembek, maka wajar jika Abdurrahman Assegaf itu berfatwa: "Darah
Ahmadiyah halal," Lalu, Umarela ini berkata pula: "Insya Allah, dalam waktu
dekat, bila pemerintah tidak menutup Ahmadiyah, jangan kami disalahkan bila kami
akan memberantas mereka ..."
Kehadiran SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Dalam Negeri, Agama dan Jaksa
Agung. Malah akan memperkeruh kisruh antar umat islam tersebut.
Nah, bila pemangku jabatan akhirnya mengelurkan SKB 3 Menteri itu berarti kita
telah menzalimi jutaan warga warga Indonesia dan membiarkan kekuatan
anti-demokrasi berkedok agama unjuk gigi mengarahkan politik di negara ini.
Diakui atau tidak Indonesia memang bukan negara islam, tapi bukan juga negara
sekuler, melainkan sebuah agama sebuah negara hukum yang percaya pada
perlindungan HAM sebagaimana tertuang dalam deklarasi Universal HAM dan UUD
1945.
Mengamini Geert Wilders
Kiranya, pemerintah malah ribuat menaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan para
ulama terus menabur kebencian terhadap Ormas (Organisasi Masyarakat) yang
berbeda dalam menafsirkan Waaro Satul Anbiya berarti kita telah mengamini
pernyataan Geert. Seperti komentar-komentar yang dimuat oleh Jihad Wach (18/04),
diantaranya; "(Geert) Wilders pasti tersenyum ... apa yang terjadi di Indonesia
menunjukkan bahwa filmnya tak terlalu jauh dari kenyataan. Apakah ini langkah
pertama menuju negara Islam dan menuju kekalifahan pan-Asia?
Selama ini saya tahu bahwa konstitusi Indonesia sungguh bagus. UUD mereka
mencakup banyak hal termasuk semangat nasionalisme dan pluralisme. Masalahnya,
Indonesia saat itu berada di bawah ancaman Wahabisme, yang mendakwahkan
ekstremisme Islam...Oh, jadi di Indonesia, kaum Ahmadiyah terlalu cinta damai
untuk menjadi bagian dari arus utama Islam?
Ini menunjukkan bagaimana Islam tidak akan pernah mengalami reformasi. Reformasi
itu anti-Islam.
Sebuah negara muslim moderat mendemonstrasikan apa makna moderat sesungguhnya
dalam Islam. Pada akhirnya kita melihat ada kaum muslim yang ingin menjelmakan
agama mereka menjadi agama perdamaian, dan yang mereka peroleh adalah tendangan
di bokong.
Mereka itu tolol sekali ya?
Di dalam Islam tidak ada nalar. Ini adalah contoh terbaiknya. Menakutkan!
Orang-orang Islam di Indonesia itu akan mengusir kaum Ahmadiyah atau membunuhi
mereka?
BIla Ahmadiyah mendakwahkan cinta pada semua orang, sementara Hizbut Tahrir
mendakwahkan kebencian pada demokrasi dan penggulingan negara-negara yang ada,
mengapa pemerintah Indonesia lebih khawatir dengan Ahmadiyah ketimbang dengan
ideologi anti-demokrasi Hizbut Tahrir? (Madina No 5 Mei 2008)
Bukankah perbuatan kita itu
lebih fitna dari Geert? Entahlah. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Bumi Abdi 12/04/08;23.37 wib dan Pojok Komputer Ngeheng
13/05/08:23.56 wib
Artikel Lainnya
- Menebar 'Pesan Suci' Uero 2008 14/08/08
- Sepak Bola dan "Sindiran Telak" Bagi Agama 14/08/08
- SAS, Belenggu Lain dari Otonomi Sekolah 13/06/08
- Waisak Bagi Bangsa 26/05/08
- Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia 26/05/08
- Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa 17/05/08
- Hardiknas Momentum Introspeksi bersama 17/05/08
- Kala Blogger 'Tersandung' UU ITE 12/04/08
- Menulis Petanda Orang Beradab 12/04/08
- Maulid Nabi dan Toleransi Antarumat Beragama 11/04/08
- Cinta Sesederhana Dirinya 25/02/08
- Pemanasan Global 25/01/08
- Haji Tersandung Pondokan 06/01/08
- Menunda Keinginan 12/11/07
- hari yang menyenangkan 05/11/07
- Tahukah Kamu 01/11/07
- Kesetiaan 24/10/07
- MANAJEMEN KURIKULUM ATAU MANAJEMEN SEKOLAH? 18/10/07
- SEHABIS KTSP LALU APA? SKS! 17/10/07
- YANG TERLEWATKAN DARI KTSP 16/10/07
- Refleksi: Pendidikan dan Kemerdekaan 20/08/07
- Kemiskinan Dalam Puisi Indonesia 09/08/07
- Warna-Warni Hari Pertama Sekolah 22/07/07
- Tanda Tanya Partai GAM..? 20/07/07
- Seharusnya Indonesia Makan Apa? 20/07/07
- Ketika Bahasa Diperdebatkan 19/07/07
- Nilai = Uang 27/06/07
- Perbedaan Antara Cowok Dengan Pria 21/06/07
- Waduh! Naik Apa Dong? 04/04/07
- (Masih) Perlukah Mencoblos? 04/04/07
- MEMBOLOS dan HISTERIA MASSAL 07/03/07
- ' Kita Perlu Seribu ' Einstein' Muda' 28/02/07
- Penipuan, Hipnotis Atau Budaya Konsumerisme ? 28/02/07
- Politik Sastra dan Akhlak Keislaman 28/02/07
- Catatan Kecil Tentang Sastra Di Sekolah,Catatan Kecil Tentang Sastra di Mata Kaum Muda 11/02/07
- Burung 09/02/07
- Wakil Rakyat, (Bukan) Mewakili Kesejahteraan Rakyat 24/01/07
- Model PWS Dalam Pemberantasan DBD 20/01/07
- Sholat Bisa Menjadikan Seseorang Celaka 12/01/07
- Sastrawan Tanggung 12/01/07
- KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER,KAJIAN TEORITIS MENGENAI KETIMPANGAN GENDER 12/01/07
- Pahlawan Rakyat 23/12/06
- Perlu Regenerasi Lingkungan, Gerakan Regenarasi Lingkungan 22/12/06
- B E R I T A 12/12/06
- Tips buat ngadepin Doi 12/12/06
- Sastra, Jus Tomat Rasa Pedas 10/12/06
- Kritik Sosial dalam Cerita Pendek Juniarso Ridwan 10/12/06
- Mengarifi Sastra Islam 10/12/06
- Mengharap Berkah Langit 03/12/06
- Ketika Kesenangan Datang 03/12/06

