SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. KENANGAN
  2. Diatas sana
  3. Bahwa Aku tak Sanggup Membencimu Ayah
  4. BERKACA
  5. Kangen I
  6. Tepat Segaris Jalan Pulang
  7. Menghargai Pahlawan Bangsa
  8. Kesedihan Bumi
  9. cinta putih
  10. Kita telah lupa

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

Arsip Puisi Sukainternet

Membaca Rahasia
Karya : Wening Wahyuningsih | Dibaca : 1006 Kali

Ada sepucuk kabar di balik surat tersirat
Sudahkah berhasil terbaca?
Tertuju untuk manusia Dia telah menuliskannya:

Semesta berduka, rinai tangis bidadari meleleh di kelopak mata cakrawala
Menjelma hujan, persatukan nasib di liang luka pohonan
O, sungguh derita yang begitu sempurna
Dicekik ketakutan pada kematian pun serasa kenikmatan
Dengarlah pohon-pohon tengah merintih lirih dan menantang
" Celakalah wahai manusia yang membunuh diri !
Tanpa paru-paru dari mana kau kau hirup udara?
sementara tanpa nafas kau hilang nyawa
Tak sadarkah bahwa aku paru-parumu?
Bukankah aku ada dalam di sebagian kehidupanmu?"

Semesta dicengkeram gelisah,laut selalu ngalir tak tenang
Sedang arus ombak bergemuruh bagai detak jantung yang menghentak
Kemudian, dari rahim samudera benar terlahir nestapa.
Ah..., ke mana gerangan estetika yang menebar pesona pada sejuta jiwa?
Hibuk camar, terumbu karang, keliaran ikan berwarna aneka
Segala yang hidup dan dihidupi laut.

Sepertinya kini, pasir - pasir tak lagi berdzikir.
melainkan menyumpah serapah kebusukan hati manusia yang sampah.

Semesta akhirnya murka, amuk badai, gelombang pasang
Porak porandakan surga manusia yang terbangun entah dari pahala atau dosa
Letusan gegunung:lahar dan bara api lakasana lecutan amarah
memancar dari kedalaman hati bumi.

Bukankah sejatinya Tuhan Maha Penyayang terhadap umatnya?


Archive Puisi

    1. Semusim , Sewaktu
    2. Mimpi kita
    3. Jejak gelisah
    4. Gerbong perjalanan
    5. Senja
    6. Diatas sana
    7. Diriku, menyatu dengan alam
    8. Berdamailah dengan Alam
    9. Alam Negeriku
    10. Save The Earth
    11. Pegang Janjiku
    12. Menunggu Belaianmu
    13. Maduraku, Lagu Sendu
    14. Kembali Ke Rumah Kembali Ke Tanah
    15. Tanah dan Catatan Sejarah
    16. Sidoarjo Yang Hilang
    17. Ketika Lumpur Lapindo Menguap
    18. 'BATU-TIMOR' HANCUR DI AMBIL PEMODAL
    19. Membaca Rahasia
    20. Kejadian
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller