Arsip Puisi Sukainternet
Membaca Rahasia
Karya : Wening Wahyuningsih | Dibaca : 1006 Kali
Ada sepucuk kabar di balik surat tersirat
Sudahkah berhasil terbaca?
Tertuju untuk manusia Dia telah menuliskannya:
Semesta berduka, rinai tangis bidadari meleleh di kelopak mata cakrawala
Menjelma hujan, persatukan nasib di liang luka pohonan
O, sungguh derita yang begitu sempurna
Dicekik ketakutan pada kematian pun serasa kenikmatan
Dengarlah pohon-pohon tengah merintih lirih dan menantang
" Celakalah wahai manusia yang membunuh diri !
Tanpa paru-paru dari mana kau kau hirup udara?
sementara tanpa nafas kau hilang nyawa
Tak sadarkah bahwa aku paru-parumu?
Bukankah aku ada dalam di sebagian kehidupanmu?"
Semesta dicengkeram gelisah,laut selalu ngalir tak tenang
Sedang arus ombak bergemuruh bagai detak jantung yang menghentak
Kemudian, dari rahim samudera benar terlahir nestapa.
Ah..., ke mana gerangan estetika yang menebar pesona pada sejuta jiwa?
Hibuk camar, terumbu karang, keliaran ikan berwarna aneka
Segala yang hidup dan dihidupi laut.
Sepertinya kini, pasir - pasir tak lagi berdzikir.
melainkan menyumpah serapah kebusukan hati manusia yang sampah.
Semesta akhirnya murka, amuk badai, gelombang pasang
Porak porandakan surga manusia yang terbangun entah dari pahala atau dosa
Letusan gegunung:lahar dan bara api lakasana lecutan amarah
memancar dari kedalaman hati bumi.
Bukankah sejatinya Tuhan Maha Penyayang terhadap umatnya?
Archive Puisi
- Semusim , Sewaktu
- Mimpi kita
- Jejak gelisah
- Gerbong perjalanan
- Senja
- Diatas sana
- Diriku, menyatu dengan alam
- Berdamailah dengan Alam
- Alam Negeriku
- Save The Earth
- Pegang Janjiku
- Menunggu Belaianmu
- Maduraku, Lagu Sendu
- Kembali Ke Rumah Kembali Ke Tanah
- Tanah dan Catatan Sejarah
- Sidoarjo Yang Hilang
- Ketika Lumpur Lapindo Menguap
- 'BATU-TIMOR' HANCUR DI AMBIL PEMODAL
- Membaca Rahasia
- Kejadian

