SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. Diatas sana
  2. Bahwa Aku tak Sanggup Membencimu Ayah
  3. BERKACA
  4. Kangen I
  5. Tepat Segaris Jalan Pulang
  6. Menghargai Pahlawan Bangsa
  7. cinta putih
  8. Kesedihan Bumi
  9. Kita telah lupa
  10. Paranoid

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

Arsip Puisi Sukainternet

Kembali Ke Rumah Kembali Ke Tanah
Karya : Moh. Husein Arifin | Dibaca : 1011 Kali

hujan membasuh tubuh-tubuh rubuh di pematang tembakau, pada tilawah awan beburung gagak berdenyaran senandungnya lebih sangar lihat alam bersama tangisnya mekar akan sekuntum manusia patah rebah kembali ke rumah kembali ke tanah.

malam ini seperti ada suara jatuh dari langit dari bukit melantunkan suara-suara tumbang, bola mata kami terbangun dari mimpi yang bersentuhan aroma anyir berkelindan.

kami, tunas-tunas madura termangu pandangi clurit-clurit bertadarrus hingga seluruh kekebalan tembus sementara para pemuda memanjangkan doa hanya mau mentasbihkan deru-deru kemenangan dari amarah yang membahana.

hanya saja kami dengar kata bapak clurit di desa kami sebagai alat memuja kepada yang kuasa yang kekal selamanya, bila ada sebongkah kalimat menyilet dada maka clurit pun akan berbicara, tapi kata emak clurit di desa kami seperti hiasan bercahaya bagi perempuan sebab di lengkung mata clurit airmata perempuan selalu mengalir dan clurit pula mampu kuatkan hati dewi-dewi di desa ini.

namun kini cukuplah kami terdiam atas tingkah para pemuda yang tiada mengerti kebesaran alam hingga saling dendam, meski ada adzan memanggil malam.

setelah kami menyahut panggilan tuhan, maka kami mohon kepadaNya benteng ketabahan mengais raja' dan maghfiroh di bilangan rakaat pada musim penghujan, karena para pemuda tetap tak mafhum arti dari sebuah ciptaan.

Mei, 2007


Archive Puisi

    1. Semusim , Sewaktu
    2. Mimpi kita
    3. Jejak gelisah
    4. Gerbong perjalanan
    5. Senja
    6. Diatas sana
    7. Diriku, menyatu dengan alam
    8. Berdamailah dengan Alam
    9. Alam Negeriku
    10. Save The Earth
    11. Pegang Janjiku
    12. Menunggu Belaianmu
    13. Maduraku, Lagu Sendu
    14. Kembali Ke Rumah Kembali Ke Tanah
    15. Tanah dan Catatan Sejarah
    16. Sidoarjo Yang Hilang
    17. Ketika Lumpur Lapindo Menguap
    18. 'BATU-TIMOR' HANCUR DI AMBIL PEMODAL
    19. Membaca Rahasia
    20. Kejadian
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller