Arsip Puisi Sukainternet
Maduraku, Lagu Sendu
Karya : Moh. Husein Arifin | Dibaca : 738 Kali
siwalan-siwalan
tumbuh pohon anak lautan.
ketika pagi beserta matahari
lihat rerumputan bernyanyi
madura hiasi bumi dengan madu
di setiap pojok tubuhnya ada rindu
sambut bunga-bunga dalam perahu
hanyutkan kertas-kertas ke tengah biru
setelah selembar cahaya terhampar
di sudut gelaran tikar
aku panjatkan buah bintang
dan mekar semakin ilalang
bagi serumpun mata
ada sepotong derita
yang hilang tertelan samudera
tapi itulah semesta
dan bila memukau parau burung
aku hidupkan batang-batang puntung
dari reruntuhan senja menggantung
maka mesti kumengerti pada garamgaram
sebab kilau putihnya salju lebam
siwalan-siwalan
akar senyum bocah ingusan.
gelisah hujan hentakkan bukit keningku
penduduk di sini minta waktu
jika batu-batu jelma air kelabu
namun di batas waktu itu
gemerincing telingaku
penuh luka penuh airmata,
seperti doa-doa dari bibir ibu
kualirkan rebana kata sembilu
seperti udara belai kasih ibu
maduraku, lagu sendu
dari hati terlantun anyir beludru.
Mei, 2007
Archive Puisi
- Semusim , Sewaktu
- Mimpi kita
- Jejak gelisah
- Gerbong perjalanan
- Senja
- Diatas sana
- Diriku, menyatu dengan alam
- Berdamailah dengan Alam
- Alam Negeriku
- Save The Earth
- Pegang Janjiku
- Menunggu Belaianmu
- Maduraku, Lagu Sendu
- Kembali Ke Rumah Kembali Ke Tanah
- Tanah dan Catatan Sejarah
- Sidoarjo Yang Hilang
- Ketika Lumpur Lapindo Menguap
- 'BATU-TIMOR' HANCUR DI AMBIL PEMODAL
- Membaca Rahasia
- Kejadian

