SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. Diatas sana
  2. Bahwa Aku tak Sanggup Membencimu Ayah
  3. BERKACA
  4. Kangen I
  5. Tepat Segaris Jalan Pulang
  6. Menghargai Pahlawan Bangsa
  7. cinta putih
  8. Kesedihan Bumi
  9. Kita telah lupa
  10. Paranoid

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

Arsip Puisi Sukainternet

MEMORI TENTANG GURUKU
Karya : Rangga adhiyasa | Dibaca : 5027 Kali

(Tentang Waktu dan Hidup dalam Kata-kata Bijakmu)


"Hidup adalah putaran-putaran waktu.

Dan waktu merupakan detak detik hidup yang penuh liku.

Hidup manusia bagaikan tarian seekor kupu-kupu.

Terkadang ke atas dan terkadang ke bawah, teramat semu".


"Demikianlah pelangi hidup manusia di dunia.

Senantiasa ada kenikmatan dan duka.

Tak dapat dipungkiri, kita ada di dalamnya.

Semangat adalah jalan untuk menjalani hidup apa adanya".


Itulah kata-kata bijak yang diberikan oleh guruku

Dia merupakan inspirasi dalam menjalani hidup bagiku

Tanpanya aku pun tak kan bisa mengalahkan waktu

Sehingga aku mampu meraih cita-citaku


Guru, aku senantiasa teringat akan memori-memori itu

Dimana kau selalu jengkel saat mengajar di kelasku

Aku yang terkenal badung di masa lalu

Seringkali menjadi sasaran pertanyaanmu


Dulu, aku sangat membenci pelajaran darimu

Angka-angka itu seakan-akan tak mau masuk dalam benakku

Tapi, ada satu hal yang membuat pelajaranmu berdeda waktu itu

Di akhir pelajaran, kau selalu memberikan cerita bijakmu


Dari sanalah aku mulai menyukai pelajaranmu

Apalagi ceritamu itu selalu aku nantikan dulu

Kini aku mulai mengerti mengapa kau selalu memberi cerita bijakmu

Agar kami mengerti tentang hidup yang penuh dengan liku


Guru, terima kasih atas pelajaran yang kau berikan untukku

Terima kasih atas nilai-nilai tentang hidup darimu

Sungguh tak terbayar tetesan ilmumu padaku

Meski telah kau anggap lunas dan berlalu oleh waktu


Berkatmu, aku menjadi seorang dokter seperti keinginanku

Walaupun kini kau telah tua dimakan semunya waktu

Walaupun kau tak ingat lagi akan masa-masa itu

Tapi jasa-jasamu akan selalu ada dalam benakku


Dia akhir puisi ini, satu kalimat bijak yang takkan pernah aku lupakan darimu...

Wahai Guruku...


"Muridku, Cintailah jalan yang dibentangkan oleh alam

Membujuk kerikil dan bebatuan menjadi butir pualam

Bagi manusia dan juga bagi semesta kerinduan

Ikhlaskanlah diri dan hidup yang tak berlebihan

Galilah ilmu dan pelajaran pada setiap penempuhan".


Cianjur, 30 Desember 2007


Archive Puisi

    1. Karena Ia adalah Guru
    2. Lihat dari Semua Sudut
    3. Tutup Mata Buka Hati
    4. Guru Terima Kasih
    5. Jika Engkau Aku
    6. DIRIMU ADALAH GURU
    7. BAB & TEORI
    8. Kau Tetap Berbeda
    9. Sesosok Manusia
    10. Obsesi Seorang Guru Swasta
    11. DIA
    12. SILUET JASA PEJUANG PENDIDIKAN
    13. PERTEMUAN ILALANG DAN SETANGKAI GURU...
    14. GURU
    15. SANG PENCERAH BANGSA
    16. Bukan lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Tapi Pahlawan yang Berjasa
    17. Terima Kasih Guruku
    18. INDAHNYA PENGABDIANMU GURU*
    19. MEMORI TENTANG GURUKU
    20. aku merubah nasibmu
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller