Arsip Puisi Sukainternet
MEMORI TENTANG GURUKU
Karya : Rangga adhiyasa | Dibaca : 5027 Kali
(Tentang Waktu dan Hidup dalam
Kata-kata Bijakmu)
"Hidup adalah putaran-putaran waktu.
Dan waktu merupakan detak detik hidup yang penuh liku.
Hidup manusia bagaikan tarian seekor kupu-kupu.
Terkadang ke atas dan terkadang ke bawah, teramat semu".
"Demikianlah pelangi hidup manusia di dunia.
Senantiasa ada kenikmatan dan duka.
Tak dapat dipungkiri, kita ada di dalamnya.
Semangat adalah jalan untuk menjalani hidup apa adanya".
Itulah kata-kata bijak yang diberikan oleh guruku
Dia merupakan inspirasi dalam menjalani hidup bagiku
Tanpanya aku pun tak kan bisa mengalahkan waktu
Sehingga aku mampu meraih cita-citaku
Guru, aku senantiasa teringat akan memori-memori itu
Dimana kau selalu jengkel saat mengajar di kelasku
Aku yang terkenal badung di masa lalu
Seringkali menjadi sasaran pertanyaanmu
Dulu, aku sangat membenci pelajaran darimu
Angka-angka itu seakan-akan tak mau masuk dalam benakku
Tapi, ada satu hal yang membuat pelajaranmu berdeda waktu itu
Di akhir pelajaran, kau selalu memberikan cerita bijakmu
Dari sanalah aku mulai menyukai pelajaranmu
Apalagi ceritamu itu selalu aku nantikan dulu
Kini aku mulai mengerti mengapa kau selalu memberi cerita bijakmu
Agar kami mengerti tentang hidup yang penuh dengan liku
Guru, terima kasih atas pelajaran yang kau berikan untukku
Terima kasih atas nilai-nilai tentang hidup darimu
Sungguh tak terbayar tetesan ilmumu padaku
Meski telah kau anggap lunas dan berlalu oleh waktu
Berkatmu, aku menjadi seorang dokter seperti keinginanku
Walaupun kini kau telah tua dimakan semunya waktu
Walaupun kau tak ingat lagi akan masa-masa itu
Tapi jasa-jasamu akan selalu ada dalam benakku
Dia akhir puisi ini, satu kalimat bijak yang takkan pernah aku lupakan darimu...
Wahai Guruku...
"Muridku, Cintailah jalan yang dibentangkan oleh alam
Membujuk kerikil dan bebatuan menjadi butir pualam
Bagi manusia dan juga bagi semesta kerinduan
Ikhlaskanlah diri dan hidup yang tak berlebihan
Galilah ilmu dan pelajaran pada setiap penempuhan".
Cianjur, 30 Desember 2007
Archive Puisi
- Karena Ia adalah Guru
- Lihat dari Semua Sudut
- Tutup Mata Buka Hati
- Guru Terima Kasih
- Jika Engkau Aku
- DIRIMU ADALAH GURU
- BAB & TEORI
- Kau Tetap Berbeda
- Sesosok Manusia
- Obsesi Seorang Guru Swasta
- DIA
- SILUET JASA PEJUANG PENDIDIKAN
- PERTEMUAN ILALANG DAN SETANGKAI GURU...
- GURU
- SANG PENCERAH BANGSA
- Bukan lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Tapi Pahlawan yang Berjasa
- Terima Kasih Guruku
- INDAHNYA PENGABDIANMU GURU*
- MEMORI TENTANG GURUKU
- aku merubah nasibmu

