Arsip Puisi Sukainternet
SILAU DI GUA NURANI
Karya : Imam Budi Hartono | Dibaca : 1430 Kali
Silahkan Lihat dan Kunjungi Karya Anda di BLOG SUKAINTERNET Ambang batas yang kau kasihi
Visit www.SUKAINTERNET.BLOGSPOT.com
Bagai tetes beku embun di terpaan mentari
Mendung di atas langit kasih sayang
Kau telusuri dengan dian semangat pengorbanan
Masih dapatkah kau bermimpi?
Ketika nurani tak berkilau seperti pelangi,
Atau bulan purnama tak seindah pujangga berpuisi...?
Tak pernah kau tangisi, tak pernah kusadari
Nampaklah kebesaran yang kau sandang
Setiap jengkal langkah yang kau lakukan
Setiap kepak sayapmu saat kau terbang
Kan kau akhiri dengan anggun bak seorang pangeran
Luar biasa,
Aku bangga,
Aku bangga padamu Ayah...,
Maafkan aku, maafkan aku yang tak pernah tahu
Maafkan aku yang tak tahu malu
Ku ukir hidupku di tempat semu
Diatas bebatuan terjal yang mungkin dapat membunuhku
Jika sampai waktunya nanti
Saat ku bisa berdiri tegak diantara hitam putihnya kata hati
Aku berjanji,
Setiap langkahmu akan ku dahului
Sikapmu akan kuwarisi
Agar tak ada lagi perjuangan hidup mati,
Untuk menerangi gelapnya gua nurani...,

Archive Puisi
- Puisi Untuk Ayah
- Untuk Ayah yang Tak Pernah Kumiliki
- Satu Kidung untuk Ayah
- Dongeng Tentang Sungai Dan Pohon Kelapa
- Papi
- ayah merangkul
- Firdaus
- Kumpulan Puisi " AYAH " Pelajar SMPN 1 BEJI ( II )
- Kumpulan Puisi " AYAH " Pelajar SMPN 1 BEJI ( I )
- PELUKAN TERAKHIR
- Sajak Untuk Ayah
- Laki-laki Panutan
- Ayah
- Demikian Ayah Tulis Sajak
- AYAH
- CAHAYA PUTRA
- DIA ITU AYAHKU
- Ayah
- SILAU DI GUA NURANI
- I love U daddy

