SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. Diatas sana
  2. Bahwa Aku tak Sanggup Membencimu Ayah
  3. BERKACA
  4. Kangen I
  5. Tepat Segaris Jalan Pulang
  6. Menghargai Pahlawan Bangsa
  7. cinta putih
  8. Kesedihan Bumi
  9. Kita telah lupa
  10. Paranoid

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

Arsip Puisi Sukainternet

Kumpulan Puisi " AYAH " Pelajar SMPN 1 BEJI ( I )
Karya : Ratna Insiyah | Dibaca : 8212 Kali

Silahkan Lihat dan Kunjungi Karya Anda di BLOG SUKAINTERNET
Visit www.SUKAINTERNET.BLOGSPOT.com

Terasa didalam hatiku
Betapa jasamu selama ini
Hingga kini kurasakan bimbinganmu
Untuk bekalku dihari nanti

Terima kasih kuucapkan
Pada ayahku tersayang
Pengorbanan selalu engkau berikan
Agar dapat tersenyum dengan cemerlang

Setiap hariku dibimbingnya
Agar mengerti apa itu kehidupan
Kan ku ingat selalu nasehatmu ayah
Terima kasih kuucapkan


** PUISI 2 **

Mungkinkah angin kan berhenti
Hempasan demi hempasan
Membawa sejuta luka dihati
Yang penuh dengan kepalsuan

Kesucian kini telah hilang
Terbawah oleh arus kehidupan
Hampa tanpa belaian kasih saying
Kenyataan ini begitu memiluhkan

Ketika kuingat dia
Sosok seorang ayah
Yang mempunyai kekayaan jiwa
Dan budi pekerti yang indah


** PUISI 3 **

Dikala mentari mulai menepi
Selalu ada harapan dalam keyakinan
Engkaulah sumber kehidupan kami
Yang selalu memberikan perlindungan

Dirimu bagai surya dipagi hari
Yang tak pernah terlambat untuk bersinar
Dirimu adalah naungan hidup kami
Dan tempat kami untuk bersandar

Senja itu tak pernah kulupa
Disaat engkau peluk diriku
Dengan sejuta kasihmu yang suci mulya
Yang selalu memberi kesan dalam hidupku

Sejuta rintangan yang menghalangi
Panas mentari yang menyengat
Engkau rela korbankan waktumu untuk kami
Dan engkaulah pemberi semangat


** PUISI 4 **

Masih ingatkah engkau
Disaat mentari merah mewarnai awan
Membawa membawa kesan dalam hatiku
Yang penuh dengan kepalsuan

Masih ingatkah engkau
Disaat mentari mulai menepi
Dihamparan rumput nan luas menhijau
Tak sebanding dengan luka di hati

Senja itu tak pernah ku lupa
Disaat engkau buka tirai hatimu
Janganlah kau biarkan matamu berkaca
Tak sanggup ku menatap jatuh air mataku

Ayah begitu besar pengorbananmu
Berjuta rintangan kau lalui
Rela korbankan waktumu
Demi kami disini


** PUISI 5 **

Oh… ayahku tersayang
Kapan engkau pulang
Kami selalu terkenang
Senyummu yang cemerlang

Oh… ayah pujaan hati
Jangan kau pergi lagi
Lihatlah kami disini
Rindu setengah mati

Bila papa bersandar
Dada kami berdebar
Ingin mendengar kabar
Ayah pulang walau sebentar

Kami tau kau lelah
Berlayar mencari nafkah
Sehingga kami pun tak marah
Demi hari esok yang cerah


** PUISI 6 **

Engkaulah muara hidup kami
Apapun akan engkau lakukan
Untuk diriku disini
Dan keluargamu tersayang

Oh…Ayahku tersayang
Dirimu sangat berarti bagiku
Tak ada satupun orang
Yang dapat menggantikanmu

Ayah enkaulah penentu hidup kami
Engkau rela korbankan jiwa ragamu
Engkau yang selalu menghiasi hari
Dengan kasih sayangmu


** PUISI 7 **

Bila ada mentari menyapa dipagi hari
Aku selalu teringat padanya
Sosok yang rela korbankan waktuny untuk kami
Kebahagiaan adalah harapan baginya

Dia selalu mengajariku
Mengerti tentang hidup, pahit dan manis
Dia sosok yang sangat berarti bagiku
Untuk masa depan kami

Ayahku bukanlah apa-apa
Tak ada yang istimewa darinya
Dia hanyalah seorang ayah,
Ayah yang selalu memberikan kenyamanan
Bagi keluarganya


** PUISI 8 **

Hamparan rumput nan luas menghijau
Pepohonan yang tumbuh rindang
Sekawan burung terbang berkicau
Dengan bebas melayang-layang

Lihatlah embun dipagi hari
Menyirami bunga-bunga
Kau korbankan semuanya untuk kami
Tanpa mengharap pamrih apa-apa

Sungguh mulia jasa-jasamu
Wahai engkau ayah kami
Sungguh besar pengorbananmu
Untuk kesejahteraan kami disini

 


Archive Puisi

    1. Puisi Untuk Ayah
    2. Untuk Ayah yang Tak Pernah Kumiliki
    3. Satu Kidung untuk Ayah
    4. Dongeng Tentang Sungai Dan Pohon Kelapa
    5. Papi
    6. ayah merangkul
    7. Firdaus
    8. Kumpulan Puisi " AYAH " Pelajar SMPN 1 BEJI ( II )
    9. Kumpulan Puisi " AYAH " Pelajar SMPN 1 BEJI ( I )
    10. PELUKAN TERAKHIR
    11. Sajak Untuk Ayah
    12. Laki-laki Panutan
    13. Ayah
    14. Demikian Ayah Tulis Sajak
    15. AYAH
    16. CAHAYA PUTRA
    17. DIA ITU AYAHKU
    18. Ayah
    19. SILAU DI GUA NURANI
    20. I love U daddy
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller