Arsip Puisi Sukainternet
Kumpulan Puisi " AYAH " Pelajar SMPN 1 BEJI ( II )
Karya : Amilatun nasibah | Dibaca : 5176 Kali
Silahkan Lihat dan Kunjungi Karya Anda di BLOG SUKAINTERNET ( Pria Tak Bertanggung Jawab )
Visit www.SUKAINTERNET.BLOGSPOT.com
Terdengar suara burung berkicau
Hujanpun telah berlalu
Kuteringat masa yang lalu
Sambil duduk bertopeng dadu
Masa yang suram nan penuh jurang
Yang menyisakan luka dihati
Pengalaman yang takkanpernah hilang
Dari dulu sampai kini
Sesosok orang yang tak ingin menderita
Yang mengabaikan keluarganya
Demi mendapatkan kesenangan di Dunia
Hilangnya rasa keprimanusiaan di dada
Takkan terlupakan dari ingatanku
Yang telah membuat hatiku terluka
Mulai dari kandungan ibuku
Hingga ku kini telah dewasa
( Kerja Keras Sang Ayah )
Ketika sang surya menyambut
Langitpun ikut cerah menyertai cuaca
Kesibukanmupun ikut menyambut
Demi menghadapi Dunia
Terik mentari yang menyengat
Derasnya hujan yang turun
Takkan pernah patahkan semangat
Meski hadapi segala rintangan
Demi anak dan istrimu
Kau rela korbankan waktumu
Untuk memenuhi kebutuhanmu
Serta suatu kewajibanmu
Belum ada yang dapat kami persembahkan
Kepada ayah, tumpuan masa depan
Hanya seucap kata terima kasih dan
Teriring doa serta harapan
( Pengorbanan Seorang Ayah )
Kau bagaikan mentari diwaktu pagi
Dan bagaikan rembulan diwaktu malam
Kau adalah sumber kehidupan kami
Dan pelindung kami di malam yang kelam
Suara nyanyian burung di pagi hari
Suara gemericik air yang nyaring
Kau bekerja keras beralaskan kaki
Rela menderita demi anak yang malang
Demi kami keluargamu
Yang menjadi tanggung jawabmu
Kau hidangkan kami senyum palsumu
Dan kau sembunyikan penderitaanmu
Sungguh besar jasa-jasamu
Untuk membalasnya kami takkan mampu
Terimakasih atas pengorbananmu
Yang menjadi tumpuan bagi keluargamu
( Kegigihan Seorang Ayah )
Selalu, kau melangkah tanpa ragu
Walau sejuta rintangan menghalang
Tetapi semua itu tak nampak dalam rautmu
Demi kehidupan yang menentang
Begitu banyak lagi kau berikan
Begitu banyak pengorbananmu untuk kami
Takkan pernah kami lupakan
Demi kami, anak dan isterimu yang menanti
Engkau rela kehujanan
Badaipun ikut menerjang
Engkaupun rela kepanasan
Dengan gagah dapat kau terjang
Sungguh besar pengorbananmu
Hanya dapat kubalas dengan
Budi pekerti dan kebaikanku
Serta sebuah doa dengan keikhlasan
( Keegoisan Seorang Ayah )
Ketika sang surya tenggelam
Dan digantikan oleh rembulan
Ketika rasa lelah mendalam
Dan digantikan dengan senyum keikhlasan
Kerja keras yang kau lakukan
Berakhir dengan sia-sia
Demi kesenangan di dunia kau dapatkan
Kau rela melakukan apa saja
Dan kau tinggalkan keluargamu
Hanya karena sifat egoismu
Dan rasa ketidakpuasanmu
Pada kesenangan dunia di hidupmu
Aku takkan pernah melupakan
Suatu kenangan yang menyakitkan
Walau akan kau obatkan
Dengan sejuta kesenangan
( Penyesalan Sebuah Keluarga )
Keramaian ditengah kota
Berbalik dengan kesunyian di desa
Hidup bagaikan roda sepeda
Tak tentu berhenti tepatnya
Kadangkala kita berada di posisi atas
Namun kita juga akan berada dibawah
Nasib berkata berbalik dan naas
Aku mempunyai seorang ayah
Namun ia tak lepas dari kegagalan
Sosok seorang yang ingin kulupakan
Tapi ia selalu membayangiku di kehidupan
Kami menyesal telah memberikan kepercayaan
Kepada sosok seorang pria
Yang kini telah melupakan kami
Yang seharusnya menjadi tanggungannya
Dan sumber kehidupan kami

Archive Puisi
- Puisi Untuk Ayah
- Untuk Ayah yang Tak Pernah Kumiliki
- Satu Kidung untuk Ayah
- Dongeng Tentang Sungai Dan Pohon Kelapa
- Papi
- ayah merangkul
- Firdaus
- Kumpulan Puisi " AYAH " Pelajar SMPN 1 BEJI ( II )
- Kumpulan Puisi " AYAH " Pelajar SMPN 1 BEJI ( I )
- PELUKAN TERAKHIR
- Sajak Untuk Ayah
- Laki-laki Panutan
- Ayah
- Demikian Ayah Tulis Sajak
- AYAH
- CAHAYA PUTRA
- DIA ITU AYAHKU
- Ayah
- SILAU DI GUA NURANI
- I love U daddy

