Berita Sukainternet
Tokoh Muda Muslim Australia Kunjugi UIN Bandung
Posted : 01 Jun 2008
Empat tokoh
muda muslim Australia dari AII (Australia-Indonesian Institute) kunjungi UIN
Sunan Gunung Djati Bandung. Mereka diterima langsung oleh Pembantu Rektor (PR)
IV, Bidang Kerjasama Dr. Mohammad Najib di Ruang Sidang Senat UIN, sabtu
(24/05).
Keempat tokoh muda muslim tersebut, di antaranya; Ms. Fatema Ayubi, seorang
sarjana Seni Keramik dari Universitas Adelaide dan aktifis perempuan muslim
Australia; Ms. Asme Fahmi, seorang mahasiswa jurusan Bisnis dari Universitas
Teknologi Curtin dan seorang aktifis Badan Amil Zakat dan Kesejahteraan Muslim
di Sidney; Dr. Alia Imtoual, salah seorang Dosen pada Universitas Flinder juga
editor dan aktifis perempuan muslim; dan Mr. Saeed Saeed, seorang kolumnis dan
jurnalis di Melbourne. Kehadiran mereka merupakan tindak lanjut dari kerjasama
AII (Australia-Indonesian Institute) yang berada di bawah koordinasi Konsulat
Kebudayaan Kedubes (Kedutaan Besar) Australia untuk Indonesia.
Dalam sambutannya Pembatu Rektor IV Dr. M. Najib mengatakan "Bahwa salah satu
point penting dalam peningkatan mutu akademik adalah dengan meningkatkan
jaringan dalam bentuk kerja sama dengan universitas lain yang bermutu baik di
dalam negeri maupun di luar negeri."
"Bentuk kemintraan, bisa dengan menyelenggarakan double degree, program
sandwich, kerjasama riset, pertukaran antar dosen dan mahasiswa serta kolaborasi
seminar internasional," tegasnya. Kunjungan mereka bertandang ke UIN Sunan
Gunung Djati Bandung adalah ingin mempelajari segala bentuk budaya Islam yang
eksis di tanah Indonesia.
Pasalnya, kebudayaan Islam sangat berbeda dengan Australia termasuk dalam budaya
pendidikan Islamnya, seperti yang dikatakan oleh salah seorang utusan. Pertemuan
antar tokoh muda Australia dengan UIN SGD Bandung ini, tentu mendapatkan
sambutan sekaligus harapan baik dari civitas akademika. Salah satunya, Dr. Agus
Salim Mansyur, M.Pd, Dekan Fakultas Adab, "Targetan dan harapan bagi kami adalah
bahwa momentum kerja sama dan kunjungan seperti ini diharapkan dapat
ditemukannya sebuah peluang dalam meningkatkan mutu akademik UIN SGD Bandung
khususnya fakultas Adab."
"Karena bagaimanapun agar mutu akademik sebuah fakultas itu meningkat harus ada
kerjasama dengan universitas yang bertaraf internasional yang diantara
syaratnya; sejumlah Guru Besar yang mendapatkan nobel; banyaknya karya tulis
para akademisinya yang bertaraf internadional; terdapatnya sejumlah dosen asing
yang mengajar pada fakultasnya dan tentunya harus ada mahasiswa asing yang
kuliah disini," cetusnya.Kendati kunjungan ini belum mendapatkan MoU diantara
Australia dan UIN SGD Bandung sebagai payung hukumnya. Namun, "kegiatan ini
merupakan langkah awal untuk peningkatan mutu akademik", ujarnya
Selain itu, harapan besarnya, "Bagaimana agar Mahasiswa fakultas Adab bisa
dikirimkan ke Australia, karena dengan diterimanya mahasiswa fakultas Adab di
Australia menunjukan bahwa Fakultas Arab mempunyai mutu Akademik," katanya. Hal
senada juga diungkapkan oleh Sulasman, "Pertemuan ini diharapkan bisa
meningkatkan kualitas akademik. Tentu pertukaran mahasiswa pun menjadi andalan
fakultas kami. Tak hanya itu, kehadiran pengajar asing dengan memakai bahasa
Inggris dan tinggal di perumahan dosen menjadi cita-cita besar kami. Coba lihat
model pengajar ini hanya guru bahasa Arab saja. Sedangkan guru bahasa Inggris
belum ada," ungkapnya.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan untuk menghadirkan Australia Corner. Seperti
yang tengah dilakukan oleh Fakultas Ushuluddin dan Iran dengan adanya Iran
Corner. "Ya. Semoga cita-cita terbesar bagi kami itu segera terwujud," kata
Sulasman. [Dudi, Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Komputer Ngeheng, 24/05/08;15.47 WIB (ibn)
Berita Lainnya
- SELAMAT NATAL ...
- Lebaran di Batam....
- Jalan.... Waduh Sepi Juga... ga ada Angkot ..
- Mall Sepi ...... Suasana Lebaran
- BUka Puasaaaa Lagi versi 2
- Hem Selamat BUka Puasa :)
- Semangat 17
- Muda, jangan takut berwiraswasta ..
- Boring di rumah malam-malam abisin waktu di warnet..
- Yang muda, yang bekerja .... Lembur siapa takut :)

