Kumpulan Cerita Pendek
Disudut Hatimu Aku Menanti
Posted : 07 Mar 2007 | Dibaca : 4865 Kali
Senjakala merah menanti dalam
bayang-bayang, mana dan dimanakah yang harus terselimuti disaat gundah merejam disaat hati terpaut rasa, disini ada kenangan manis dan pahit masih terasa. Disini seorang diri merasa jauh hilang dan menanti kisah demi kisah terlewati datang dan pergi menggoda hati namun tetap bimbang.
Laki-laki senja menanti, merah gading yang menghilang dari upuk kemunculan, setiap senja ribuan bulan dan tahun tetap setia pada takdir yang begitu pahit dan tak terbaca.
Lelaki senja Merah Gading maratap pilu saat harus pergi dari sisi penantian jiwa setelah sekian lama menanti dan berusaha jujur pada hidup. Tapi ruang gelisah tetap menyelimutinya walau dia telah berlari berjuta depa jauhnya.
Kembali digeluti rasa, saat datang sang penantian menggoda. Dia begitu menggoda seperti kisah lalunya yang telah pergi, seperti tambatan jiwanya yang tak bergeming. Laki-laki Merah Gading merasa bimbang saat rasa harus diucapkan, saat harus jujur pada diri sendiri dan pujaannya, bahwa rasa telah terpaut. Tapi rasa itu baru terasa di dasar lidah belum merambat masuk jauh kedalam jiwa.
Laki-laki Merah Gading gelisah tak menentu saat hari-hari semakin jauh, perjumpaan tak kunjung datang, pujaannya belum tergapai..
Matanya begitu indah, teduh, dan memancarkan kebeningan cinta. Senyumnya terasa hangat walau jauh membuat setiap inci tubuh terkulai.
Kata-katanya lembut, manja dan tak dapat tergambarkan dengan tinta apapun. Pesona dirinya tak terlukis walaupun dengan kanvas sutra. Memikirkannya merajutkan diri ini pada segulung rasa yang tak menentu, dan entah dari mana awalnya.
Laki-laki Merah Gading dengan sejuta cinta melupakan masa lalunya, melupakan kisah-kisahnya, tapi bimbang masih menyelimuti.
Badai jiwa itu selalu datang menghantui, seperti kisah-kisahnya yang sempat terjalani sepertinya badai itu tak kunjung pergi dari dalam hati sang Merah Gading.
Laki-laki Merah Gading menyendiri dalam hamparan rasa yang tak pasti, digoreskannya selembar kisah, merangkai kata dalam bait sempurna namun kisah itu tak kunjung usai, kata-kata itu tak pernah menyatu, hatinya beku seperti badai salju dingin dan sangat dingin. Tubuhnya menggigil, napasnya tersendat, bibirnya beku, tangannya tak mampu menggoreskan sekelumit kisah itu.
Laki-laki merah gading terkapar di dasaran sepi, memimpikan dalam tidur kisah hidup ini akan tercapai.
Namanya adalah Nayla Ayu, dan laki-laki merah gading itu memanggilnya dengan panggilan Nayyu, tapi biasanya dia juga memanggilnya dengan Nay.
' Entah mengapa ini bisa terjalin dan membuat ruang baru. Aku tak menghendaki namun juga merindukannya. Aku tak ingin membuat Nay menanti tapi aku juga tak ingin
melupakannya '
merah gading meratap dalam hati, disemalaman mimpinya. Laki-laki merah gading terjaga dan merasa kesal karena perjumpaannya dengan Nay hanya dalam mimpi. Tiba-tiba dia teringat obrolannya dengan Nay malam tadi. Dia memburu dimana kata-kata itu terucap yang belum dan takkan
dihapusnya.
' Nay, aku mencintaimu .....! ' Kata-kata itu penuh harap dari merah gading.
' Secepat itukah .... ? Aku belum mengenalmu lebih dekat, dan aku nggak mau ini
tergesa-gesa ! ' pesan itu terkirim membalas ungkapan kata dari merah gading.
' Tapi seadainya mengandai-andai, maukah kamu menjadi pacarku ... ? ' Dengan penuh harap merah gading masih mencoba meluluhkan hati
nayla.
' entahlah ....aku belum bisa menjawab' kata-kata itu singkat tapi membuat merah gading menjadi
gelisah.
' Apakah kamu bener-benar mencintaiku ....? ' Pertanyaan nayla membuat hati merah gading berkecamuk tak menentu.
Merah gading terdiam lama, dibacanya berulang-ulang pesan yang baru di terimanya. Kata-kata itu singkat namun jawabanya tak sesingkat yang dia bayangkan. Merah gading menyelami apakah makna cinta dan mencintai. Selama ini dia sendiri terlalu dibutakan oleh makna antara cinta dan mencintai. Tapi untuk yang satu ini dia tidak mau bermain-main dengan logika yang singkat.
Lamunannya dikejutkan oleh satu pesan yang masuk
' Kok nggak di jawab pertanyaanku, apakah kamu benar-benar mencintaiku. Padahal kita belum mengenal satu sama lain, sesingkat itukah cinta dan mencintai. Kalau memang itu tulus mungkin aku dapat
mempertimbangkannya ! '
kembali merah gading terhanyut dalam lamunannya, dia lebih gelisah dengan kata-kata
' Mempertimbangkan' apakah itu ketulusan ... ? Bila cinta
ditimbang-timbang ! Apakah itu suatu kesalahan bila cinta terucap saat kata belum terucap dalam nyata, dan wajah belum bertatap secara
langsung ... ? apakah ini suatu kegilaan .... ! Laki-laki merah gading lunglai dan tak bergeming dalam lamunnya, jari tangannya serasa kaku untuk menekan tombol kata-kata. Pikirannya serasa buntu dan tak
terfokuskan.
' aku mencintaimu dalam kadar sewajarnya, dan tak ingin melebih-lebihkan bila itu suatu keterpaksaan bagimu untuk menerima cintaku apalah
artinya !. Aku sadar waktu masih terlalu singkat untuk mengucapkan hal yang sangat-sangat bermakna, tapi setidaknya ada getaran rasa saat maya masih menggaburkan nyata.â€'
Setelah itu tak ada kata-kata terucap lagi, yang ada hanya keheningan malam diselimuti debaran hati masing-masing.
Laki-laki merah gading teringat pada kisah lalunya, dimana dia harus dikecawakan oleh cinta. Waktu itu cinta mengetuk hatinya dari seorang yang baru dikenalnya, tak ada kesan sedikitpun dalam hati merah gading saat pertemuan pertamanya. Yang ada hanya sekelumin rasa persahabatan yang baru terjalin.
Namanya adalah Gadis, sosok pendiam, namun begitu asik waktu pertama kali bertemu, pertemuan pertama itu meninggalkan kesan seakan telah mengenal Gadis dalam kurun waktu yang lama. Gadis memanggilnya dengan panggilan Genta. Entahlah dari mana Gadis mendapatkan nama itu…tapi bagi merah gading apalah arti sebuah nama.
Setelah perjumpaan pertama itu, Gadis terus menghubungi Genta. Entahlah berapa kali gadis telah mencurahkan kata hatinya pada Genta di awal perjumpaan mereka. Namun bagi Genta saat itu waktu begitu singkat untuk cinta dan mencintai, namun Gadis terus memaksakan cintanya pada Genta dan dengan ketulusan Genta mencoba menerima cinta Gadis dalam kadar menjaga dan tak ingin menyakiti hati Gadis.
Waktu seakan membaca hati dan pikiran, waktu juga yang mendekatkan perjalanan cinta Genta dan Gadis, Genta terbuai akan aroma itu dan dia mulai bisa menyayangi Gadis. Tapi apakah yang terjadi setelah hati terpaut rasa, Gadis perlahan melupakan rasa yang telah menyatu kata-kata manisnya hilang, sekian waktu jarak kian memisahkan mereka hinga sampai suatu waktu setiap kali Genta menghubungi Gadis, Gadis seakan-akan menghindar dan menjauh.
Genta berusaha tetap memegang janjinya pada Gadis untuk selalu menjaga dan menyayanginya walau Gadis telah menjauh dan
melupakannya.
' Biarlah dia menghilang seperti awan putih, biarlah bila itu telah menjadi pilihannya dan dia bahagia. Biarlah dia mengingkari janji yang diucapkannya,
biarlah ....biarlah cerita cinta ini akan selalu aku bawa sendiri dan tetap akan menjaganya seperti janji
dihati '
Itulah kata-kata yang terucap dalam hati Genta saat-saat dimana Gadis telah menghilang darinya.
Itu hanyalah sekelumit rasa kecewa Merah Gading pada cinta, cinta yang tak dapat ditebak apakah artinya. Rasa gundahnya masih terbayang, ini juga yang membuat keraguan pada laki-laki merah Gading untuk mencoba mencintai Nayyu. Dia masih teringgat dan tak bisa melupakan rasa sayangnya pada seorang tambatan hatinnya. Itu juga salah satu alasan mengapa merah gading meninggalkan segudang kenangannya dikota yang begitu indah, dikota yang melahirkan beragam budaya.
Cintanya begitu dalam, rasa sayangnya yang hanya dapat dia miliki sebelah hati dan bertepuk sebelah tangan. Tapi Merah Gading tak kuasa melupakan cintanya pada tambatan hati yang dia sayangi.
Dia adalah Maya, Merah Gading begitu memuja nama itu. Maya sosok yang sederhana, pendiam, dan sangat misteri bagi Merah Gading. Dia telah lama menambatkan hatinya pada Maya, namun belum mampu untuk berkata jujur kalau dia suka pada Maya, kedekatannya semakin erat, Merah Gading memcoba memahami hati Maya. Hingga suatu saat rasa tak dapat disembunyikan, karena akan menjadi momok bagi diri sendiri yang berahir pada kegundahan. Merah Gading mencoba menggungkapkan rasanya pada Maya, berkata jujur pada Maya kalau selama ini dia begitu mencintainya.
Disuatu malam hening tampa rembulan, disudut ruangan bungkam tanpa ada kata-kata, Merah Gading merangkai bait-bait mencoba meluluhkan hati Maya.
' aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tapi sebelumnya kamu jangan marah dengan apa yang aku ingin
katakan ' merah gading membuka pembicaraan.
' Tentang apa ... ? Apakah ini ada kaitannya denganku ... ! '
' Ini tentang rasaku selama ini ke kamu†merah gading sangat cemas, dia terlihat gugup dihadapan Maya. Begitu juga dengan Maya dia begitu penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh merah
gading.
' tentang rasa ... ? Maksud kamu ... ? Aku nggak ngerti ... ! ' Maya semakin gelisah mendengarkan ungkapan dari Merah Gading
' ya ....ini tentang rasa hatiku ke kamu. Aku mencintaimu .... ! ' Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Merah
Gading.
' apa… ! ' Maya terkejut seakan tak percaya, karena selama ini merah gading memang sangat dekat
dengannya.
' Aku sungguh-sungguh, aku pengen kamu jadi pacarku ' kembali Merah Gading meyakinkan Maya
' Tapi ....tapi, mungkin kamu pertimbangkan lagi kata-kata itu ....' Maya belum dapat mengartikan ungkapan hati Merah
Gading.
' Tapi apa.... ? , kamu nggak mencintaiku .... atau kamu sudah ada pacar ' Merah Gading terlihat mengelora dengan jawaban dari Maya, dia begitu tak terkendali.
Maya hanya terdiam, sementara merah gading was-was menunggu jawaban darinya.
' aku nggak bisa, aku nggak bisa mencintaimu .... dan aku pengen kita tetap jadi sahabat
saja .... ! '
' apakah hanya itu alasannya ...... ? '
' aku nggak bisa terlalu detail menjelaskan tapi untuk saat ini aku belum bisa mencintaimu, aku haraf kamu nggak kecewa dan marah sama
aku '
' tapi harus sampai kapan aku menunggumu .... ? Ini tulus ..... ! ' Merah Gading terus mengharafkan Maya dapat menerima
cintanya.
' aku akan tetap menunggumu, sampai kapanpun ....'
' aku benar-benar mencintaimu ....'
' cinta nggak mungkin dipaksakan, dan untuk saat ini aku belum bisa mencintaimu, aku akan menjagamu dengan
caraku ' Maya tetap meyakinkan Merah Gading dengan ketulusan rasanya.
' baiklah, walaupun kamu nggak bisa menerimaku tapi aku akan tetap mencintaimu, aku akn menantikan cintamu sampai
kapanpun. walaupun nanti ada yang bisa mengetuk pintu hatiku aku akan tetap dan takkan
melupakanmu '
Merah Gading hanya bisa menerima keputusan Maya, Maya belum bisa mencintainya, Kembali Merah Gading ditelan rasa kecewa oleh cinta. Dia takkuasa untuk tetap melihat sosok Maya didekatnya. Akhirnya merah gading pergi menjauh dari Maya, dia tak kuasa selalu dekat dengan Maya dan tak bisa mendapatkan cintanya. Merah gading meninggalkan kota yang begitu indah yang telah menghantarkan padanya sejuta kenangan manis dan pahit.
Dan sekarang Merah Gading menemukan sosok yang sama dengan Maya, sosok yang membawanya mengingat Maya kembali. Maya yang telah lama dikuburnya sebagai cinta sejati kini digugah kembali oleh sosok Nayyu.
Merah Gading tak ingin membagi cinta sejatinya, namun apakah ini diluar kuasanya bila pintu hatinya yang tertutup telah terkuak kehadiran
Nayla.
' Apakah ini salah .... ? Dan aku tak ingin menggantikan Maya dengan sosok
manapun ' Merah Gading dilanda amuk rasa yang begitu dahsyat. Perasaan harus memilih dan menjaga kesucian cintanya.
Mengapa harus ada sosok Nayla yang datang, disaat sosok Maya perlahan dapat dilupakannya. Disaat hidupnya telah
tersusun.
' Tapi aku merindukan Nayyu, dan juga tak ingin menggantikan Maya '
Merah Gading terdiam dalam lamunnya. Dia pernah mengatakan pada Nayla tentang siapa Maya dan kenangannya pada Maya. Nayla kecewa ketika Merah Gading mengatakan bahwa Nayla sangat mirip dengan Maya.
' Kalau begitu kamu belum bisa melupakan Maya .... ? Dan apa artinya aku di matamu saat
ini .... ? Apakah aku kamu anggap sebagai Maya ? '
Begitulah saat Merah gading menceritakan tentang Maya pada Nayla, Nayla nggak mau dianggap sebagai pelarian atas cintanya pada Maya.
' Kalau begitu apa bedanya, dan selama ini kamu anggap aku apa ... ! ' Nay sangat
marah.
' Bukan maksudku untuk menggantikan Maya dengan Nayla, bukan juga aku mengganggap Nayla sebagai Maya. Tapi ada getara rasa saat pertama kali aku mengenal Nayla, memang tak dapat aku pungkiri sosok Nayla mengingatkan aku pada Maya. Dan aku berusaha mencurahkan cintaku pada Nayla atas dasar cinta yang seutuhnya, bukan pelarianku dari
Maya '
Merah Gading berbisik pada hatinya.
Hingga saat ini merah gading masih meluluhkan cinta Nayla, sementara Nayla masih ragu atas cinta yang dibawa oleh Merah Gading.
Merah gading juga berusaha untuk melupakan sosok Maya tapi bukan melupakan cintanya pada Maya, karena cintanya pada Maya takkan pupus, Maya akan selalu menjadi yang terindah dalam hidupnya.
Dikeheningan malam dikelilingi kabut tipis, Merah Gading masih terkupur dengan rasa cinta antara Maya dan Nayla.
Sementara aku masih terus berkutak pada ruang persenyawaanku, menggambarkan sosok demi sosok yang akan terhadirkan dalam dimensi nyata.
Dan aku masih berjuang untuk mendapatkan hati Merah Gading, karena selama ini tanpa dia sadari aku sangat mencintainya.
Waktu berputar begitu cepat, pencarianku atas sosok seorang Merah Gading tak kunjung usai, Merah Gading seakan menghilang dari khayalku, dari pandanganku.
Malam itu, dibawah pancara purnama, kerinduanku pada Merah Gading semakin tak tertahankan. Seandainya dia ada di sisiku, seandainya dia dapat aku miliki sebagai nyata, seandainya aku dapat mencintainya secara
wajar .... seandai-andainya takdir ini tak sedingin ini.
Biarlah Merah gading akan menjadi suatu keindahan yang akan selalu aku jaga dalam kurun waktu hidupku. Walau aku tak dapat mengatakan ini padanya. Karena cinta tak harus memiliki, dengan melihat Merah gading bahagia, itu telah mengobati rasa rindu dan cintaku padanya.
Jakarta 08 Desember 2005
Cerpen Lainnya
- SINDROM MOTOR?
- BAHAGIA PERIH
- SUATU MALAM DI MUARAKONENG
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 3
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
- Percintaan Daun dan Ranting
- LELAKI MERDEKA
- Anomali Mimpi
- Heri
- OLD STORY YANG AKU GA PERNAH BOSAN BACANYA
- Menanti Maafmu
- Campus Idol
- Disudut Hatimu Aku Menanti
- LANGIT-LANGIT BUATKU
- catatan harian aini

