Kumpulan Cerita Pendek
Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
Posted : 10 Mar 2008 | Dibaca : 7013 Kali
Penulis : Nanda Shabrina Bagian I
Saya masih tak
bisa membiarkan diri saya selalu memikirkannya. Ini hanya sebuah impian yang
terlalu jauh saya lempar dan sesudahnya harus saya tangkap. Allah selalu
mengajarkan agar kita selayaknya memiliki cita yang tinggi menjadikan kita tidak
menjadi makhluk yang lemah. Sehingga cita yang tinggi itu harus selayaknya kita
gapai baik itu cita dalam bidang duniawi, namun khususnya untuk di akhirat.
Namun, ini begitu sulit bagi saya. Saya merasa saya tak memiliki apapun. Ini
mungkin hanya impian besar menurut saya dan bukan menurut orang lain. Karena tak
ada satu orang lain pun yang dapat berpikir dalam pandangan pikiran yang sama
seperti saya. Atau bahkan saya yang melebih-lebihkan. Oh, tidak, Allah pasti tak
suka hambanya yang melebih-lebihkan sesuatu. Ketika takdir
waktu membawa saya pada seseorang itu, saya tak dapat menyangkalnya saya
bersimpatik padanya setelah saya mengenalnya lebih jauh. Tak ada yang istimewa
baginya, karena bagi saya ia begitu sederhana dan kesederhanaan itu yang membuat
saya segan bila ada didekatnya. Saya tahu diri saya dan saya tak mungkin
membiarkan diri saya terus membiarkan perasaan ini membelenggu kehidupan saya.
Namun, tak seorang pun di dunia ini yang bisa mencegah cintanya. Tak terkecuali
bagi saya, seorang yang sangat kecil. Ketika dulu, saya bahkan menganggapnya bak
teman biasa yang biasa disuguhkan canda yang apa adanya. Jika saya menganggapnya
teman biasa, ia pun mungkin demikian karena ia tak pernah melayani saya lebih
dari itu. Itu tak masalah,
saya masih belum merasakan perasaan yang lebih dari itu. Ia mengajari saya
banyak hal. Terlebih soal islam. Mungkin ia tak menyadarinya, karena ilmunya itu
yang saya peroleh saat saya mengajaknya diskusi tentang banyak hal. Buku-buku
yang ia miliki juga banyak dan lebih dari itu semuanya berbobot. Ia memang
sedikit pelit, saya jujur mengatakannya karena ia juga menusia yang pasti
memiliki kekurangan. Dari situ saya baru menyadari, begitu dangkalnya iman saya
terhadap-Mu, Ya Allah. Semoga Kau melimpahkan berkah kepadanya karena ia secara
tak sadar menyadarkan saya yang dungu ini. Ternyata tak
sampai disitu, ia perlahan mulai menceritakan segala apa yang ia ingin katakan
kepada saya. Diceritakannya tokoh-tokoh islam yang ia kagumi. Selayaknya sebagai
pendengar yang baik, saya selau mendengar, dan dengan itu pula saya mendapatkan
ilmu tambahan sebagai inspirasi iman saya. Mulutnya selalu berbusa ketika
menceritakan semua itu satu persatu. Mungkin karena ia begitu mengidolakannya.
Dan sekarang, giliran saya yang mengidolakan dirinya. Jujur saya katakan,
terkadang ia sering membaca buku-buku yang dialamatkan sebetulnya untuk kaum
hawa, seperti buku tentang aurat, wanita impian surga, dan lain sebagainya. Saya
terkekeh saat saya pertama kali mengetahui hal tersebut, ia malah tersenyum
normal dan berkata jika semua itu adalah sebagai bekal mencari calon istri yang
baik. Subhanallah,
saya tak dapat menyembunyikan rasa kagum saya padanya. Ketika saya meminjam
telepon genggamnya, rasa kagum itu makin menusuk direlung hati saya. Jika orang
awam, banyak menyimpan file berformat mp3 adalah berisikan musik-musik yang
sedang hits saat ini, berbeda dengannya, ia malah menyimpan berbagai dakwah para
kyai-kyai ternama dan saya sering melihat ia memutarnya disela waktu luangnya.
Ya Allah, kejutan apa lagi ini. Selain ia haus ilmu akhirat ia juga haus akan
ilmu dunia. Keinginannya untuk sukses amatlah menjulang keatas. Saya melihatnya
sendiri saat ia memulainya dari nol dan hingga kini meraih prestasinya dengan
selalu belajar dan belajar. Jika dulu ia selalu bertanya pada orang-orang pintar
lainnya, kini ia yang selalu ditanya oleh orang lain. Begitu juga
saya yang selalu merepotkannya. Perjuangannya begitu keras. Ya Allah, Kau
mendorong saya untuk lebih mengaguminya. Berkali-kali ia berujar jika ia ingin
sekali menjadi seorang pemimpin, dan salah satu pemimpin yang ia kagumi adalah
Ahmadinejad. Begitu banyak orang yang terlalu mengidolakan Ahmadinejad. Ia
sangat mengaguminya. Katanya, salah satu golongan yang masuk surga adalah
seorang pemimpin yang baik. Semua itu hanya sedikit hal yang membuat saya kagum
padanya. Cinta ini datang tanpa saya duga dan saya cegah. Saya hanya makhluk
kecil yang tak sanggup berpaling dari cinta yang suci itu. Terkadang saya
berkhayal, jika suatu hari nanti ia akan halal bagi saya dan kita kan diikat
ikatan suci sebuah pernikahan sakral. Dan ketika di akhirat nanti seperti janji
Allah, bahwa sepasang yang saling mencintai didunia karena Allah, akan saling
mencintai pula di akhirat, bahkan lebih indah dari di dunia, saya dengannya akan
saling mencintai lagi di akhirat. Saya dihidupkan
oleh udara modernisasi. Bisa dikatakan tidak dekat dengan nafas islam. Ajaran
yang tegas terkendali. Mengharuskan umatnya menjaga pandangan. Ketika takdir
membawa perasaan ini Tak dayalah saya untuk mencegahnya Amat berat ketika saya
dilarang Melihatmu dalam-dalam Saya tahu saya salah Karena tak bisa menjaga
pandangan saya Saya tau saya berdosa Karena tak bisa mengendalikan emosi saya
Sudah berapa banyak dosa yang saya kerjakan Saat saya menatapmu lekat-lekat
Sudah berapa banyak dosa yang saya kerjakan Saat saya tak mampu menjaga
pandangan saya Saya ingin menjadi halal bagimu Saya ingin kau menjadi halal bagi
saya Karena sungguh saya tak mampu menahan diri Dan selalu mengerjakan dosa-dosa
tersebut Ya Allah, Tolong jaga pandangan saya Dan jadikanlah Ia halal untuk saya
Lebih dari sebuah cinta padanya. Demi yang telah
mendarah daging di hati saya, saya akan selalu berdoa jika ia adalah yang selama
ini saya cari dalam keresahan saya. Yang akan mengajari saya lebih dari yang
saya tahu dan yang saya harapkan. Ia begitu dekat dengan saya. Karena
sesungguhnya, orang yang kita cintai karena Allah, akan selalu ada didalam hati
kita. Jika ia menyadari perasaan saya, begitu banyak yang telah saya bisa
katakan lewat perilaku saya bahwa saya menyimpan sesuatu padanya. Namun, tak
dayalah saya ini. Semoga suatu hari nanti ia akan menjadi yang halal bagi saya
dan pelipur hati saya serta yang membawa saya ke Jannah. Amin. 1.42pm,
07-02-2008 Dengan
kerinduan yang teramat sangat Saya tulis dalam tulisan amat sederhana Meskipun
ia tak mengetahuinya Namun saya percaya ia dapat merasakannya. bersambung kebagian 2
Cerpen Lainnya
- SINDROM MOTOR?
- BAHAGIA PERIH
- SUATU MALAM DI MUARAKONENG
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 3
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
- Percintaan Daun dan Ranting
- LELAKI MERDEKA
- Anomali Mimpi
- Heri
- OLD STORY YANG AKU GA PERNAH BOSAN BACANYA
- Menanti Maafmu
- Campus Idol
- Disudut Hatimu Aku Menanti
- LANGIT-LANGIT BUATKU
- catatan harian aini

