SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. KENANGAN
  2. Diatas sana
  3. Bahwa Aku tak Sanggup Membencimu Ayah
  4. BERKACA
  5. Kangen I
  6. Tepat Segaris Jalan Pulang
  7. Menghargai Pahlawan Bangsa
  8. Kesedihan Bumi
  9. cinta putih
  10. Kita telah lupa

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

Kumpulan Cerita Pendek

Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
Posted : 10 Mar 2008 | Dibaca : 6727 Kali

Bagian II

Saya masih menghibur diri saya sendiri dengan kemelut cintanya yang mengaliri aliran darah saya. Saya tak dapat menyangkalnya lagi, bahwa saya merasakan perasaan yang berbeda terhadapnya. Lebih dari sekedar teman. Namun, saya ragu dan saya takut untuk mengambil resikonya. Saya tak mau ambil resiko, jika ia nantinya tidak mencintai saya setelah saya berusaha sekuat tenaga menyimpan cinta suci ini. Jika dipikirkan, saya memang seorang yang bodoh. Tak ingin ambil resiko kala mencintai seseorang. Jujur, saya tak mau hati ini kembali berkabung. Tak ada yang dapat mengatahui apa rahasia yang Allah simpan untuk kita semua. Tapi, Allah telah mengatakan, Ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Saya berjuang sekuat tenaga yang masih tersisa. Hati yang jatuh cinta adalah hati yang kala itu masih memiliki rasa kemenangannya untuk nanti. Saya sempatkan untuk mendoakannya disela-sela orang-orang yang tercinta. Jika dia tau, bahkan setiap waktu saya selalu berdoakan agar dia selalu dalam lindungan kasih-Nya, dan suatu saat nanti ia akan menjadi yang halal bagi saya.

Banyak desahan surga yang menghampiri saya saat ini. Ia begitu istimewa dan entah mengapa sepertinya saya merasa bahwa ia saat ini juga merasakan hal yang sama dengan saya. Apakah mungkin ia merasakan desahan surga dari saya? Saya memang tak menutupi jika mungkin desahan surga yang saya rasakan adalah mungkin halusinasi saya atau rasa percaya diri saya yang terlalu berlebihan. Namun, sungguh, desahan-sesahan surga itulah yang membuat saya mampu membangun puing-puing cinta saya terhadapnya. Rasa ini begitu deras mengaliri urat nadi saya hingga ia tersimpan dalam di jiwa saya. Begitu banyak desahan surga. Namun saya menganggap ini semua terlalu berlebihan untuk diceritakan. Saya tak mau bersifat ria nantinya. Biar pun begitu, sangat besar sekali perasaan ini padanya. Dan biarlah ini saya nikmatinya sendiri. Karena saat-saat yang seperti ini adalah saat desahan surga sedang mendesah dengan sekuat-kuatnya. Hingga saya dibuatnya selalu tersenyum dan mengenang saat-saat bersamanya.

Rasa cinta ini tumbuh dengan begitu suburnya. Berawal dari rasa kagum yang teramat sangat. Saya mencoba untuk melebihkan lagi perasaan ini. Awalnya cinta itu hanya ada dalam mata saja. Namun sekarang, cinta itu mendarah daging dalam tubuh saya. Mengaliri urat nadi saya. Dan sudah terlalu sulit untuk melepaskannya dan membuangnya jauh-jauh. Ya Allah, biarkanlah cinta ini begini adanya... Saya tak mau ia mengetahui apa yang sekarang ini ia rasakan. Begitu malunya diri saya membayangkan hal tersebut terjadi. Apa yang akan ia rasakan bila ia mengetahui perasaan ini? Namun, sedikit pun rasa agar ia mengetahuinya ada sekali. Namun, sekali lagi, saya takut mengambil resiko. Ya Allah, seandainya suatu saat nanti ia mengetahui perasaan ini terhadapnya, semoga ia tak pernah akan menjauhi saya, dan menganggap hal ini adalah hal yang biasa dan yang sederhana. Saya tak ingin ia menjauhi saya sebagai mana orang ain mengatahui jika ada seseorang yang menyimpan perasaan terhadapnya, ia akan pergi menjauhi orang itu.

Benar juga apa yang saya khawatirkan itu agaknya sedikit terjadi. Belakangan untuk hari ini, sikapnya jauh lebih pendiam, selalu melamun, dan jarang mengobrol dengan saya. Ya Allah, dapatkah Kau membantu hamba-Mu ini untuk keluar dari jurangnya ? Entah ini perasaan saya yang terlalu berlebihan, atau memang benar adanya. Untuk hari ini saja, ia terlihat begitu segan terhadap saya. Mengapa ini Ya Allah? Ya Allah, semoga ini hanya perasaan saya yang terlalu berlebihan, dan hal yang demikian tidak akan pernah terjadi... Amin.

4.07pm, 09 Februari 2008

Saya tulis dengan luapan cinta yang tak bisa terbendungkan lagi...

bersambung kebagian 3


Cerpen Lainnya

  1. SINDROM MOTOR?
  2. BAHAGIA PERIH
  3. SUATU MALAM DI MUARAKONENG
  4. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
  5. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
  6. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
  7. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
  8. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 3
  9. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
  10. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
  11. Percintaan Daun dan Ranting
  12. LELAKI MERDEKA
  13. Anomali Mimpi
  14. Heri
  15. OLD STORY YANG AKU GA PERNAH BOSAN BACANYA
  16. Menanti Maafmu
  17. Campus Idol
  18. Disudut Hatimu Aku Menanti
  19. LANGIT-LANGIT BUATKU
  20. catatan harian aini
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller