SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. Diatas sana
  2. Bahwa Aku tak Sanggup Membencimu Ayah
  3. BERKACA
  4. Kangen I
  5. Tepat Segaris Jalan Pulang
  6. Menghargai Pahlawan Bangsa
  7. cinta putih
  8. Kesedihan Bumi
  9. Kita telah lupa
  10. Paranoid

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

Kumpulan Cerita Pendek

Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
Posted : 10 Mar 2008 | Dibaca : 6806 Kali

Bagian IV

Dalam keraguan itu saya bangkit dan berusaha menyakini diri saya akan apa yang harus saya putuskan. Memikirkannya atau menyudahinya. Untuk memikirkan dirinya yang mungkin hingga saat ini tak mengetahui perasaan ini. Karena perasaan ini terlalu dalam, hingga saya sendiri pun tak bisa mengambilnya dan membuangnya jauh-jauh dari diri saya ini. Saya menyegerakan untuk meminta pertolongan kepada Allah. Dalam doa disetiap tahajjud saya, saya meminta agar hati saya ini ditetapkan untuk mencintainya atau berhenti mencintainya. Karena segala keraguan yang memuncak dihati ini, saya yakin, Engkau akan membantu saya. Amin. Ternyata, berselang beberapa waktu, saya merasakan Allah membantu saya. Ketika ia selalu muncul disetiap detik saya, saya kini tak memungkiri lagi jika saya memang telah jatuh hati padanya. Dan entah mengapa, hati saya mantap untuk menyayanginya lebih dalam. Bahkan jika kau tahu, dalam usia saya yang belum bisa dikatakan dewasa. Saya memiliki angan-angan yang terlalu jauh, yakni bisa memilikinya nanti saat saya dewasa, ia akan menjadi jodoh kekal saya.

Masya Allah... Jangan butakan hati ini Ya Allah... Kini, saya bisa merasakan indahnya kisah-kasih yang terbendung dihati ini. Indahnya Engkau yang memberikan anugrah cinta pada kami semua. Bahagianya hati kala mencintai seseorang. Ya Allah, jadikanlah cinta ini tak sia-sia, dan hanya sebagai jalan syaitan untuk menyelinap didalamnya. Amin. Bisa kah kau ikut merasakan apa yang melanda hati ini kala saya bisa melihat wajahnya untuk suatu waktu? Hati ini bagai ditanami bebungaan yang harumnya bisa dicium sejauh mata memandang. Bisa kah kau ikut merasakan apa yang melanda hati ini kala saya bisa melihat senyumnya tergores untuk suatu waktu? Hati ini bagai taman bebungaan gersang, lalu ada hadiah hujan dan membuat taman bunga itu bersinar lagi. Bisa kah kau ikut merasakan apa yang melanda hati ini kala saya bisa berbicara dengannya untuk suatu waktu? Hati ini bagai taman bebungaan yang harum juga asri karena disekitarnya banyak pohon rindah tumbuh megah menangguhkan taman bebunga tersebut.

Bisa kah kau ikut merasakan apa yang melanda hati ini kala saya bisa melihat binar-binar semangat dalam dirinya? Hati ini bagai taman bebunga yang disinari matahari sepanjang hari. Membuatnya tetap hidup, bahagia untuk selamanya. Begitu indahnya cinta ini. Semoga ini tak sia-sia. Tak ada satu pun manusia yang bisa lari dari kenyataan. Termasuk kenyataan jika ada seseorang yang membuatnya bertekuk lutut seperti ini. Yang bisa mengganggu mimpi malamnya. Yang memenuhi pikirannya akan angan seorang terkasih. Ya Allah, apa yang ia miliki hingga ia bisa membuat saya seperti ini ? Butuh waktu tak sebentar untuk mencintaiMu, Ya Allah. Namun, apa yang ia miliki hingga saya mencintainya dalam waktu yang sebentar ? Lagi lagi saya merasa bersalah. Tak patut lah saya mencintainya lebih dari cinta saya padaMu ya Allah. Keinginan ini semakin menjulang ketas. Adalah saya dalam posisi bersalah ? Entah, saya tak tau, karena saya hanyalah makhluk dungu. Saya tak tau saya telah memberi apa sebagai pupuknya, namun siapanyangka cinta ini begitu tumbuh lebatnya hingga menyesakkan dada saya. Saya tak dapat memangkas ranting-rantingnya, sekedar untuk mengambil daunnya satu helaipun saya tak mampu. Saya tak berkutik kala cinta itu tumbuh begitu lebatnya. Hingga saya tak bisa mencabut akarnya, dan membuangnya jauh-jauh.

Kini cinta ini telah mendarah daging. Saya meminta pada-Mu, Ya Allah agar cinta ini nantinya tak membutakan hati saya sehingga saya harus menghalalkan segala cara untuk memiliki kasihnya. Sungguh terlalu dungu diri kecil ini, yang tak bisa berbuat apa-apa saat cinta mengisolasi hatinya. Hanya Engkau lah yang bisa menjaga emosi saya, menenangkan hati saya. Saya tau saya adalah makhluk hina. Yang tak bisa mengendalikan emosi cinta yang terlalu meledak-ledak. Begitu banyak dosa yang saya toreh dalam perjalanan cinta ini. Saya tak bisa mencegah diri saya untuk memandangnya dalam-dalam. Saya berdosa, karena ini bukan pandangan biasa, ada nafsu didalamnya. Saya tak bisa mencegah diri saya untuk memikirkannya disepanjang detik dalam hidup saya. Mengkhayalkan jika suatu hari nanti saya bisa hidup bersama dengannya. Saya tak tahu saya berdosa, karena ini adalah ajaran setan. Mengagung-agungkan impian yang terlalu maya.

Ya Allah, kasihanilah hamba... Banyak sekali desahan surga yang menghampiri saya kembali. Ia menjadi lebih perhatian pada saya. Saya di tanyainya banyak hal, dan tidak dengan orang lain. Untuk itu saya menyebutnya desahan surga. Ia menanyai hal-hal yang tidak terlalu penting. Seperti bagaimana nilai-nilai saya, dan lain sebagainya. Ya Allah, semoga ini semua adalah memang benar-benar desahan surga, bukan rasa percaya diri saya yang terlalu berlebihan. Saya tak kuasa mengendalikan emosi cinta ini seorang diri. Hati saya sudah penuh sesak dengan cinta, maka apa salahnya saya berbagi dengan teman-teman untuk menenangkan hati saya yang sedang menggebu-gebu ini. Mereka rata-rata terus menyemangati saya. Juga berujar jika saya tak salah untuk mencintainya lebih dalam atau menjadikannya impian sebagai jodoh saya. Amin. Desahan surga yang membuai saya pun saya ceritakan dengan meluap-luap. Tak dayalah saya untuk menyimpan kesenangan ini sendiri. Saya ingin berbagi dengan orang lain yang bisa juga memberi semangat serta koreksian yang sangat berarti bagi saya.

Ternyata menurut teman-teman, saya memang benar adanya merasakan desahan surga tersebut. Ia berujar jika memang sikap seorang terkasih itu memang berbeda dengan saya. Seorang terkasih itu lebih peduli kepada saya. Semoga benar adanya Ya Allah... Saya semakin mantap untuk memikirkannya lebih dalam. Saya percaya cinta ini takkan sia-sia. Semoga cinta ini diberkati oleh Mu, Ya Allah. Desahan surga darinya takkan pernah berarti jika desahan surga dari-Mu tak menghampiri saya. Saya tak mau jika cinta saya padanya takkan sia-sia, namun cinta saya pada-Mu hanyalah omongan belaka. Apa arti sebuah cinta jika cinta pada Tuhannya saja manusia tidak memiliki? Apalah arti sebuah desahan surga dari orang terkasih jika ada Allah menjanjikan jannah-Nya untuk kita? Ya Allah yang Maha Agung, berilah saya cintanya yang murni, suci, serta janjikanlah Jannah-Mu untuk kami berdua. Amin, Ya Rabb...

bersambung kebagian 5


Cerpen Lainnya

  1. SINDROM MOTOR?
  2. BAHAGIA PERIH
  3. SUATU MALAM DI MUARAKONENG
  4. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
  5. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
  6. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
  7. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
  8. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 3
  9. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
  10. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
  11. Percintaan Daun dan Ranting
  12. LELAKI MERDEKA
  13. Anomali Mimpi
  14. Heri
  15. OLD STORY YANG AKU GA PERNAH BOSAN BACANYA
  16. Menanti Maafmu
  17. Campus Idol
  18. Disudut Hatimu Aku Menanti
  19. LANGIT-LANGIT BUATKU
  20. catatan harian aini
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller