Kumpulan Cerita Pendek
Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
Posted : 10 Mar 2008 | Dibaca : 6806 Kali
Bagian IV
Dalam keraguan
itu saya bangkit dan berusaha menyakini diri saya akan apa yang harus saya
putuskan. Memikirkannya atau menyudahinya. Untuk memikirkan dirinya yang mungkin
hingga saat ini tak mengetahui perasaan ini. Karena perasaan ini terlalu dalam,
hingga saya sendiri pun tak bisa mengambilnya dan membuangnya jauh-jauh dari
diri saya ini. Saya menyegerakan untuk meminta pertolongan kepada Allah. Dalam
doa disetiap tahajjud saya, saya meminta agar hati saya ini ditetapkan untuk
mencintainya atau berhenti mencintainya. Karena segala keraguan yang memuncak
dihati ini, saya yakin, Engkau akan membantu saya. Amin. Ternyata, berselang
beberapa waktu, saya merasakan Allah membantu saya. Ketika ia selalu muncul
disetiap detik saya, saya kini tak memungkiri lagi jika saya memang telah jatuh
hati padanya. Dan entah mengapa, hati saya mantap untuk menyayanginya lebih
dalam. Bahkan jika kau tahu, dalam usia saya yang belum bisa dikatakan dewasa.
Saya memiliki angan-angan yang terlalu jauh, yakni bisa memilikinya nanti saat
saya dewasa, ia akan menjadi jodoh kekal saya.
Masya Allah... Jangan butakan hati
ini Ya Allah... Kini, saya bisa merasakan indahnya kisah-kasih yang terbendung
dihati ini. Indahnya Engkau yang memberikan anugrah cinta pada kami semua.
Bahagianya hati kala mencintai seseorang. Ya Allah, jadikanlah cinta ini tak
sia-sia, dan hanya sebagai jalan syaitan untuk menyelinap didalamnya. Amin. Bisa
kah kau ikut merasakan apa yang melanda hati ini kala saya bisa melihat wajahnya
untuk suatu waktu? Hati ini bagai ditanami bebungaan yang harumnya bisa dicium
sejauh mata memandang. Bisa kah kau ikut merasakan apa yang melanda hati ini
kala saya bisa melihat senyumnya tergores untuk suatu waktu? Hati ini bagai
taman bebungaan gersang, lalu ada hadiah hujan dan membuat taman bunga itu
bersinar lagi. Bisa kah kau ikut merasakan apa yang melanda hati ini kala saya
bisa berbicara dengannya untuk suatu waktu? Hati ini bagai taman bebungaan yang
harum juga asri karena disekitarnya banyak pohon rindah tumbuh megah
menangguhkan taman bebunga tersebut.
Bisa kah kau ikut merasakan apa yang
melanda hati ini kala saya bisa melihat binar-binar semangat dalam dirinya? Hati
ini bagai taman bebunga yang disinari matahari sepanjang hari. Membuatnya tetap
hidup, bahagia untuk selamanya. Begitu indahnya cinta ini. Semoga ini tak
sia-sia. Tak ada satu pun manusia yang bisa lari dari kenyataan. Termasuk
kenyataan jika ada seseorang yang membuatnya bertekuk lutut seperti ini. Yang
bisa mengganggu mimpi malamnya. Yang memenuhi pikirannya akan angan seorang
terkasih. Ya Allah, apa yang ia miliki hingga ia bisa membuat saya seperti ini ?
Butuh waktu tak sebentar untuk mencintaiMu, Ya Allah. Namun, apa yang ia miliki
hingga saya mencintainya dalam waktu yang sebentar ? Lagi lagi saya merasa
bersalah. Tak patut lah saya mencintainya lebih dari cinta saya padaMu ya Allah.
Keinginan ini semakin menjulang ketas. Adalah saya dalam posisi bersalah ? Entah,
saya tak tau, karena saya hanyalah makhluk dungu. Saya tak tau saya telah
memberi apa sebagai pupuknya, namun siapanyangka cinta ini begitu tumbuh lebatnya
hingga menyesakkan dada saya. Saya tak dapat memangkas ranting-rantingnya,
sekedar untuk mengambil daunnya satu helaipun saya tak mampu. Saya tak berkutik
kala cinta itu tumbuh begitu lebatnya. Hingga saya tak bisa mencabut akarnya,
dan membuangnya jauh-jauh.
Kini cinta ini telah mendarah daging. Saya meminta
pada-Mu, Ya Allah agar cinta ini nantinya tak membutakan hati saya sehingga saya
harus menghalalkan segala cara untuk memiliki kasihnya. Sungguh terlalu dungu
diri kecil ini, yang tak bisa berbuat apa-apa saat cinta mengisolasi hatinya.
Hanya Engkau lah yang bisa menjaga emosi saya, menenangkan hati saya. Saya tau
saya adalah makhluk hina. Yang tak bisa mengendalikan emosi cinta yang terlalu
meledak-ledak. Begitu banyak dosa yang saya toreh dalam perjalanan cinta ini.
Saya tak bisa mencegah diri saya untuk memandangnya dalam-dalam. Saya berdosa,
karena ini bukan pandangan biasa, ada nafsu didalamnya. Saya tak bisa mencegah
diri saya untuk memikirkannya disepanjang detik dalam hidup saya. Mengkhayalkan
jika suatu hari nanti saya bisa hidup bersama dengannya. Saya tak tahu saya
berdosa, karena ini adalah ajaran setan. Mengagung-agungkan impian yang terlalu
maya.
Ya Allah, kasihanilah hamba... Banyak sekali desahan surga yang menghampiri
saya kembali. Ia menjadi lebih perhatian pada saya. Saya di tanyainya banyak hal,
dan tidak dengan orang lain. Untuk itu saya menyebutnya desahan surga. Ia
menanyai hal-hal yang tidak terlalu penting. Seperti bagaimana nilai-nilai saya,
dan lain sebagainya. Ya Allah, semoga ini semua adalah memang benar-benar
desahan surga, bukan rasa percaya diri saya yang terlalu berlebihan. Saya tak
kuasa mengendalikan emosi cinta ini seorang diri. Hati saya sudah penuh sesak
dengan cinta, maka apa salahnya saya berbagi dengan teman-teman untuk
menenangkan hati saya yang sedang menggebu-gebu ini. Mereka rata-rata terus
menyemangati saya. Juga berujar jika saya tak salah untuk mencintainya lebih
dalam atau menjadikannya impian sebagai jodoh saya. Amin. Desahan surga yang
membuai saya pun saya ceritakan dengan meluap-luap. Tak dayalah saya untuk
menyimpan kesenangan ini sendiri. Saya ingin berbagi dengan orang lain yang bisa
juga memberi semangat serta koreksian yang sangat berarti bagi saya.
Ternyata
menurut teman-teman, saya memang benar adanya merasakan desahan surga tersebut.
Ia berujar jika memang sikap seorang terkasih itu memang berbeda dengan saya.
Seorang terkasih itu lebih peduli kepada saya. Semoga benar adanya Ya Allah... Saya semakin mantap untuk memikirkannya lebih dalam. Saya percaya cinta ini
takkan sia-sia. Semoga cinta ini diberkati oleh Mu, Ya Allah. Desahan surga
darinya takkan pernah berarti jika desahan surga dari-Mu tak menghampiri saya.
Saya tak mau jika cinta saya padanya takkan sia-sia, namun cinta saya pada-Mu
hanyalah omongan belaka. Apa arti sebuah cinta jika cinta pada Tuhannya saja
manusia tidak memiliki? Apalah arti sebuah desahan surga dari orang terkasih
jika ada Allah menjanjikan jannah-Nya untuk kita? Ya Allah yang Maha Agung,
berilah saya cintanya yang murni, suci, serta janjikanlah Jannah-Mu untuk kami
berdua. Amin, Ya Rabb... bersambung kebagian 5
Cerpen Lainnya
- SINDROM MOTOR?
- BAHAGIA PERIH
- SUATU MALAM DI MUARAKONENG
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 3
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
- Percintaan Daun dan Ranting
- LELAKI MERDEKA
- Anomali Mimpi
- Heri
- OLD STORY YANG AKU GA PERNAH BOSAN BACANYA
- Menanti Maafmu
- Campus Idol
- Disudut Hatimu Aku Menanti
- LANGIT-LANGIT BUATKU
- catatan harian aini

