KOTA MATI
Karya : Joey Sankerta
Kaki lima digusur Nama : Joey Sankerta
Perkampungan kumuh digusur
Pasar digusur
Kios-kios digusur
Kolong jembatan digusur
Hancur lebur jadi tanah
Disulap jadi gedung bertingkat
Celoteh anjing tolol yang tak rela bulunya dicabuti walau sudah tak berbulu
Celoteh kaum papa yang merasa tertindas semena-mena
Seakan tak ada ruang lagi untuk bernapas
Gelak tawa penguasa merasa bangga dengan rasa sakit sang penderita
Merasa paling hebat setelah merajam lantah kaum tertindas
Semuanya hendak diubah
Disulap menjadi seindah mungkin
Tanpa menghiraukan siapa yang ada didalamnya
Tak memperdulikan bagaimana kehidupan mereka
Desa dirubah menjadi gedung-gedung pencakar
Pasar dirubah jadi mall
Lapangan kosong dijadikan aula-aula perdebatan
Tak ada lagi ruang, tak ada lagi tempat, yang ada hanya titik-titik air mata
Maratapi hasil jerih payah diobrak-abrik bagai sampah
Mengapa ini harus terjadi
Demi satu keindahan harus mengorbankan ribuan nyawa menderita
Harus menelantarkan jutaan rakyat tanpa tempat tinggal dan ruang usaha
Apakah tak cukup diskusi kalian di gedung mewah untuk mencari jalan terbaik
Apakah tak adalagi hati nurani kalian
Apakah kalian lupa dengan siklus kehidupan
Dari mana kalian hidup dan dihidupi
Siapa para pekerja keras dan pelaku garis paling bawah
Dan aku rasa kalian takkan mampu hidup tanpa mereka
Hancur lebur jadi penderitaan
Tangis-tangis sang penderita
Apakah mampu mengusik hati nurani mereka yang ada di tahta
Lapar-lapar perut mereka apakah dapat dirasakan oleh penggusur lahan pekerjaan
Apakah mereka sudah tak beradab
Atau otak mereka sudah buntu diracuni kemilau kemewahan
Aku hanya bisa melihatnya lewat kaca hati
Tak mapu berikan sesuatu
Hanya bisa mengumpat lirih
Hanya bisa mengelus dada
Hanya bisa pasrah
Hanya bisa melihat penderitaan makin terasa
Terasa gemetar ...........
disaat saudara-saudaraku harus kehilangan sesuatu yang peling berharga
Dan apakah itu juga yang kita semua rasakan
Atau kita hanya berpura-pura
Berpura-pura menangisi keadaan saudara kita yang menderita
Obrak-abrik saja semua yang kami miliki
Hancurkan saja tempat tingal kami
Teruskanlah mempermainkan jalan pikiran kami
Karena kami adalah kaum tertindas
Karena kami adalah sampah-sampah kota
Mungkin tanpa kami kota akan terasa nyaman
Mungkin tanpa kami kota akan terjauh dari bau-bau bangkai
Mungkin tanpa kami kota akan menjadi kota mati
Dan mati untuk kami bila selalu digusur tak diberi tempat untuk berlindung
Yogyakarta, 22 Juli 2005
Pekerjaan : Umum
Umur : 23 Tahun
|
|

