SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. Diatas sana
  2. Bahwa Aku tak Sanggup Membencimu Ayah
  3. BERKACA
  4. Kangen I
  5. Tepat Segaris Jalan Pulang
  6. Menghargai Pahlawan Bangsa
  7. Kesedihan Bumi
  8. cinta putih
  9. Kita telah lupa
  10. Paranoid

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

menangisi kemewahan
Karya : Lukman Asya

seekor kucing duduk di bangku panjang itu

menangisi kemewahan

sebentar lagi ia akan berlari dari hujan

tuak yang mengguyur rambutnya basah

matahari masih menulis lagu di jalan aspal

ikan-ikan bersedih pada sebuah kolam

pohon-pohon bercokol dalam udara dendam

seorang pendekar memutar film tentang bangkai tikus

di sebuah taman di mana rumputan hamparan jeritan

pada tutup botol seekor kucing bercermin

melihat bulu-bulu kemewahan di wajahnya

daun-daun gugur miskin kehilangan warna

patahan ranting terpelanting dari tidur dahan-dahan

mimpi sebuah patung bareti, kehilangan menari 

seekor kucing duduk di bangku panjang itu

menangisi kemewahan yang tumbuh di kakinya

langit masih juga dapat tertawa dalam mendung

hari-hari indung yang murung sepanjang waktu

jarum-jarum hujan datang menyapa

dan kucing itu berlari ke dalam mantelku

di mana aku pun menangisi kemewahan

berjalan dari kesedihan melewati batu-batu ingatan

tentang seseorang yang bercokol sebagai tuhan

sebagai berhala pada sebuah kota yang asing dan lapar 

seekor kucing melongok dunia dari mantelku

ada basah air mata di pucuk-pucuk samangka

ada keruh berteriak di sungai di mana gorong-gorong

adalah istana bagi para sampah yang mulia

seekor kucing menangisi segala kemewahan

bahasa yang tumbuh di sekujur tubuh

ia ingin berlari ke dalam hujan. ia terperanjat

kepada matahari yang membayang mencari-cari

iblis yang sakit hati dan awan yang terbahak

di negeriku yang tinggal kerak

tangan-tangan jalan, mimpi-mimpi pagar, kaki-kaki bangunan

bersatu menangisi kemewahan sebagai upacara

sebuah kemerdekaan tiba-tiba dikibarkan di atas kata kota

ketika tiang-tiang diruntuhkan tinggal nama

seekor kucing menyanyikan lagu indonesia raya

sebelum mantel kenyataanku kebasahan

dan aku pun menangisi hidup duri di dampal kaki ibunda

sepasang sepatuku pergi ke lautan

ketika comberan mengantar kardus bergambar seekor kucing melamun

kardus yang sebagai rumah tanpa dicatat durjana sejarahmu 

mari ke laut asin kemewahan berikutnya, ketika kapal-kapal tanpa cahaya

ketika para nelayan mencari-cari kemiskinan yang hilang ditelan iblis malam 

(indonesia)

Bookmark and Share
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller