SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web


Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

Top 10 Puisi

  1. KENANGAN
  2. Diatas sana
  3. Bahwa Aku tak Sanggup Membencimu Ayah
  4. BERKACA
  5. Kangen I
  6. Tepat Segaris Jalan Pulang
  7. Menghargai Pahlawan Bangsa
  8. Kesedihan Bumi
  9. cinta putih
  10. Kita telah lupa

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Related links

  1. Toko Baju Murah

tangan senja
Karya : Lukman Asya

-pro rudy 
 

rudy, sebuah kolam dan bangku panjang menegurku

rumputan menangisi setiap kemalangan-kemalangan

dan ikan-ikan itu tahlilan

bagi bangkaiku yang mengapung di udara 
 

langit tak biasanya melukis senja dengan darahmu

sungguh matahari prihatin menjelang surup

dan kemunculan bulan adalah ketakutan yang kutunggu

ketakutan akan menjadikan umur ruhku

mengertap di pohon-pohon dan berlari mengejar ibu sedih

ibu yang menjengkali kesusahan di kaca-kaca angkasa 
 

tangan senja itu membiarkan kita menerima hidup

sebagaimana hidup menerima kepahitan-kepahitan kita

begitulah acep zam-zam noor bersabda di kolong ranjangku 
 

apabila taman ini dibongkar

dan ribuan sajakku terkapar

kehilangan waktu yang kelelawar

sudahilah tangismu. marahlah kepada pemilik jagat iblis kuasa

telanjanglah. kencingi dia. kencingi dia

lempari matanya dengan kotoran-kotoranmu

aku tak sudi hidup kehilangan taman seribu syair

di mana mawar-mawar adalah perempuan pembawa mabuk.

ikan-ikan itu geleng-geleng kepala di bawah teratai yang basah

oleh air mata para pekerja miskin

yang memunguti daun-daun gugur satu persatu sebagai kebodohan

kehilangan kemarahan yang sesungguhnya niscaya tumbuh

bagai pohon ki hujan mengepung isola yang durjana 
 

baiklah akan aku sampaikan, akan aku wadalkan kenyataan ini

aku tak kuasa jadi anjing penjaga yang membangunkan para raja

ketika kaki-kaki maling mematahkan tangan senja yang bijak

yang mengajarkan umur hanya sebentar. sebentar lagi tiba di kubur

dan para nabi sibuk kencing dari langit sambil memancing ikan-ikan

yang kepayahan di rumpun teratai bumi kehilangan merdeka-nya

untuk khusuk mengukir-ngukir sembilanpuluhsembilan tuhan mahaair 
 

(indonesia)

Bookmark and Share
WP Designer
Bisnis Pulsa
WebsiteCeria Morning Health Cheap Web hosting Seller