Syair Perang Sunggal
Karya : M. Raudah Jambak
Bismillah itu permulaan kalam
dengan nama Allah Kholikul Alam
di permulaan kitab diperbuat nazam
supaya diingat sejarah yang tersulam
Tahun 1872 dalam kitab dicatatkan
sejarah perang Sunggal mulai dimulakan
tahun 1895 Batak Oorlog lain sebutan
akhir perang besar memakan banyak korban
Datuk Kecil pahlawan yang disebutkan
mempertahankan prinsip dan keyakinan
Datuk Jalil dan Sulong Barat menyambut sahutan
menjaga Sunggal dari kejahatan dan keserakahan
Datuk Kecil menyerang menerjang
bersama Datuk Jalil dan Sulong Barat berjuang
rakyat kecil menjadi semakin senang
jaga Serbanyaman dari amukan perang
Sultan Deli penyebab pertama
Tuanku Mahmud Perkasa Alam namanya
berhubungan dengan pemerintah Belanda
menyerahkan tanah sebagai cinderamata
Maka, perangpun telah dimulai
Korps ekspedisi lalu dipersenjatai
tiga kali pengiriman Sunggal dibantai
khianat Van Stuwe, pahlawan kita terkulai
Perjuangan tidaklah sampai di situ
Datuk Sri Diraja ikut menjadi pemersatu
bersama adiknya, Datuk Alang, terus menyerbu
menghancurkan Belanda, menjadikannya abu
Perlawanan rakyat semakin berapi-api
gerilya Langkat di Gunung Tinggi, jadilah bukti
perang Tuan Rondahain, di Bedagai, semakin berani
gerilya Pak Netek, di Asahan, juga menjadi saksi
Seperti Datuk Kecil dan Datuk Jalil sebelumnya
Datuk Sri Diraja dan Datuk Alang bernasib sama
di bawah rongrongan Belanda dan antek-anteknya
akhirnya, wilayah Datuk Sunggal porak-poranda
Bersungut dawai, berkapan cindai
sifat pahlawan Datuk Kecil telah tersemai
Datuk Sri Diraja Sunggal kemenakan pandai
ikut bersungut dawai, berkapan cindai
Semangat juang pahlawan Sunggal mari dikenang
tidak hanya di mulut tapi ikut berjuang
membangun bangsa yang bercabang-cabang
akibat korupsi yang terus berkembang
Alhamdulillah kami haturkan
puji kepada Allah kami sertakan
segala khilaf dan salah mohon maafkan
niat baik dari kami tolong fahamkan
|
|

