Renungan
Ternyata, Allah cinta pada Indonesia
Wed Jul 19, 2006
Ternyata, Allah cinta pada Indonesia
Beberapa bulan belakangan ini, kita menyadari betapa besarnya cintaNya pada
negeri kita ini
Dia turunkan berbagai bencana, mulai dari gempa Yogya dan Jateng, banjir dan tanah longsor di Sinjai (Sulawesi), Kalimantan, Ambon, lumpur di Sidoarjo, kini gempa dan Tsunami lagi di Pangandaran, hingga yang terakhir sore ini. Rabu, 19 Juli 2006, pukul 17.58.29: Jakarta, Banten, Sukabumi (Pelabuhan Ratu), Ujung Kulon, Bekasi, Serang, Pandeglang, dan Lampung (tengah dan selatan) diguncang gempa berkekuatan 6.2 SR.
Pusat gempa di Selat Sunda (barat daya Pulau Cimanggu atau sekitar 192 km arah barat daya Jakarta. Pada posisi 105,2 BT dan 6,54 LS, pada kedalaman 67 km di bawah permukaan laut.
Dalam press release BMG, disebutkan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami.(maka: waspadalah-red)
Esok, entah di mana lagi bencana akan hadir, menyapa dan menyentakkan nurani kita.
Semakin banyak bencana, kita (seharusnya) makin sadar bahwa Allah teramat cinta kepada kita
Bencana adalah pertanda cintaNya yang amat nyata
Lewat bencana, Dia menyampaikan pesan agar kita intropeksi diri, merenungi
dosa dan maksiat yang selama ini telah kita perbuat
Lewat bencana, Dia mengingatkan kita tentang kematian yang bisa datang
sewaktu-waktu tanpa pernah kita duga.
Lewat bencana, Dia mengingatkan kita agar segera bertaubat dan kembali ke
jalan yang benar.
Lewat bencana, Dia juga mengingatkan kita agar makin peduli pada sesama, agar tangan kita terasa amat ringan ketika mengulurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan
Maka lewat bencana, Da memberikan kita kesempatan yang seluas-luaskan untuk mengumpulkan demikian banyak amal kebaikan dan pahala, melalui sumbangan dan perhatian yang kita berikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Ketika bencana semakin banyak menimpa negeri kita, semakin kusadari betapa
besar cintaNya pada Indonesia.
Jangan kau katakan bahwa bencana adalah pertanda rasa benciNya pada kita
semua.
Sebab jika Di benci pada kita, maka Dia dengan mudah mengacuhkan kita, tak pernah memperdulikan apapun yang kita lakukan.
Bahkan jika Dia benar-benar benci pada kita, Dia (akan) dengan sangat mudah
melenyapkan kita dari muka bumi ini.
Sekali lagi, bencana adalah tanda cintaNya yang amat nyata bagi kita semua
Maka, apakah kita masih akan terus mengkhianati cintaNya yang Maha Besar?
by : sulisstyawan atalanta
Renungan Lainnya
- renungan untuk aluna
- Hidup
- sunyi yang berbicara
- Dalam Kehidupan ini
- Perhelatan Nestapa 'Negeri 1001 Bencana'
- Bencana: Sebuah Siklus yang Tragedi?
- Ternyata, Allah cinta pada Indonesia
- Di mata allah
- Kasih Yang Sempurna
- Kehidupan
- Always Remember to Forget
- Believe in Butterflies
- Blessings In Disguise
- Don't Look Back
- For A Brighter Life
- In the Silence of the Night
- Inside of You
- Laugh A Little Bit
- Life...
- Passing Ships

